Anak-anak Juga Bisa Depresi, Yuk Kenali Tanda-tandanya

Anak-anak Juga Bisa Depresi, Yuk Kenali Tanda-tandanya

Jakarta, ranahriau.com - Depresi kerap dianggap hanya bisa terjadi pada orang dewasa. Padahal pada anak-anak, meski usia mereka masih beli, depresi juga bisa mereka alami.

"Depresi pada anak sering dianggap remeh. Sering dianggap masa anak-anak bisa stres. Padahal dengan mendapat banyak tekanan atau tuntutan misalnya harus juara di sekolah, itu bisa memicu depresi pada anak," kata Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Diah Dewi Utama SpKJ, MARS.

Bahkan, gagal berkompetisi atau tidak dibelikan sesuatu dikatakan dr Diah juga bisa memicu anak merasa kecewa, stres, tertekan, hingga depresi. Untuk tanda-tanda depresi yang dialami anak, di antaranya cenderung menyendiri, aktivitas menurun, rewel, mudah marah, sering menangis, susah konsentrasi, kemudian mengalami perubahan nafsu makan atau tidur.

Baca juga: Nilai Ujian Jelek? Video Game Disebut Bisa Bantu Refleksi Diri

"Anak bisa saja depresi, dia nggak bilang putus asa atau saya sedih, tapi tanda-tanda perubahan pada anak perlu diperhatikan oleh orang tua," tutur dr Diah dalam Temu Media di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/5/17).

dr Diah menambahkan, seringkali saat anak bicara tentang apa yang dia rasakan, orang tua tidak mendengar. Untuk itu, penting bagi orang tua untuk bisa menjadi pendengar yang baik. Bahkan, hanya dengan memberi senyuman, anggukan, dan sentuhan saja itu sudah bisa membuat anak merasa diperhatikan.

Hal lain yang perlu dilakukan orang tua ketika anak dicurigai mengalami depresi yakni membicarakan dengan anak tentang kegiatan dan apa yang terjadi di sekelilingnya, mencari tahu apa yang membuat anak terganggu, kemudian hindari memberi anak tekanan terutama tekanan psikis yang terlalu besar.

"Perhatikan kesehatan fisik, mental dan keperluan anak terutama saat ada peurbahan besar misal pindah sekolah atau masa puber. Upayakan anak cukup tidur, makan teratur, aktif secara fisik. Jangan lupa luangkan waktu dengan anak. Orang tua bisa juga mencari bantuan nakes atau profesional. Kalau anak punya niat menyakiti diri, cari bantuan segera," pungkas dr Diah.


(detik.com)

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :