Tantangan Demografi, Ketua KPBD Riau Angkat Bicara

Tantangan Demografi, Ketua KPBD Riau Angkat Bicara

Soal Demografi akan segera menjadi tantangan bangsa kita pada tahun 2020-2035. Dengan perkiraan sekitar 180 juta usia produktif ( 15-64 tahun ) dan 34 % nya adalah kaum muda yang rentang usianya 15-34 tahun. Tentu ini akan menjadi “mesin ekonomi” baru jika dimanfaatkan dengan maksimal. 

Di Riau sendiri, BPS ( badan pusat statistik )  memaparkan data tingkat pengangguran terbuka Agustus 2016 mencapai 222 ribu penduduk.

Angka ini cenderung meningkat jika dibanding periode yang sama, Agustus 2015 yaitu sebesar 217 ribu. Kita dapat simpulkan ada peningkatan sebesar 7,83 persen. 


Pekanbaru, RanahRiau.com- Ketua Komunitas Peduli Bonus Demografi (KPBD) Bhakti Nusantara Riau, Bernard , ketika memberikan keterangan  kepada pewarta ranahriau.com (4/4/2017), mengajak semua pemangku kebijakan dan pihak-pihak terkait untuk mulai mempersiapkan langkah-langkah dalam menghadapi Tantangan bonus demografi.

"Yayasan Bhakti Bangsa yang langsung membina dan bermitra bersama komunitas peduli bonus demografi ( KPBD ) Bhakti Nusantara Riau sedang menggaungkan isu ini melalui seminar yang pernah diadakan di UNRI yang langsung menghadirkan bapak Prof. Dr. Fasli Jalan yang pernah menjabat wakil menteri pendidikan dan kepala BKKBN," ujarnya. 

Dalam kaitannya dengan kaum muda, ketua KPBD Bhakti Nusantara Riau juga baru-baru ini menjadi narasumber di kampus Politeknik Caltex Riau yang mengusung topik isu bonus demografi dari sisi teknologi.

"mudah-mudahan dengan seminar ini makin banyak anak muda yang melek dengan isu bonus demografi, dan dalam waktu dekat ini kita juga akan segera berkolaborasi dengan PCR untuk mengadakan training pemamfaatan teknologi untuk pemasaran. Karena, seperti kita ketahui PCR adalah satu kampus politeknik terbaik di Indonesia," paparnya. 

Menjadi produktif di era bonus demografi harus jeli memanfaatkan peluang, apalagi di Indonesia  tahun 2016 sudah ada sekitar 132,7 juta yang terkoneksi oleh internet ( data APJII ).

Sependapat dengan bapak ketua umum yayasan bhakti bangsa bapak Ir. Sarwono Kusuma Atmadja , bernard menutup wawancara dengan menuturkan bahwa “ generasi bonus demografi adalah generasi yang kreatif, inovatif,inspiratif penuh prestasi dan bermental pemenang”. Tandasnya. (fiz).

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :