Laksemana Award, Ajang lahirnya Karya Tari Inovatif dari Tanah Melayu Riau
Merawat Tradisi, Menyapa Inovasi: Laksemana Award Tantang Seniman Muda Riau Ciptakan Tari Kekinian Berakar Budaya
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM – Dunia seni tari Riau kembali menunjukkan denyut kreatifnya. Dalam rangka memperingati 41 tahun kiprah Pusat Latihan Tari Laksemana, Yayasan Pelatihan Tari Laksemana Pekanbaru akan menggelar ajang bergengsi bertajuk “Laksemana Award”, sebuah Lomba Cipta Karya Tari Kreatif Inovatif yang dirancang untuk melahirkan karya tari baru berakar tradisi namun berjiwa modern.
Kegiatan ini berlangsung pada 25–26 Oktober 2025 di Panggung Otong Lenon, Taman Budaya Provinsi Riau. Melalui ajang ini, para koreografer muda Riau ditantang untuk menghadirkan karya tari kelompok berdurasi 7–10 menit, dengan eksplorasi gerak dan musik yang menggabungkan nilai budaya lokal dan semangat kekinian.
Tradisi yang Hidup dalam Inovasi
Ketua Yayasan Pelatihan Tari Laksemana menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang seni tari Riau yang terus beradaptasi mengikuti zaman.
"Tradisi tidak boleh berhenti di masa lalu. Ia harus dihidupkan kembali melalui tafsir dan karya baru yang relevan dengan generasi hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, Laksemana Award hadir sebagai laboratorium kreatif bagi para seniman muda, tempat di mana mereka dapat meneliti, menafsirkan, dan memperbaharui seni tradisi tanpa kehilangan akar budayanya.
"Melalui karya tari kreatif, kita ingin membuktikan bahwa tradisi bukan sesuatu yang statis. Ia bisa tumbuh, berubah, dan tetap menjadi identitas kita,” tambahnya.
Menjaga Warisan di Tengah Arus Zaman
Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran publik tentang kekayaan seni tari Riau. Laksemana Award membuka kesempatan bagi koreografer muda berusia maksimal 35 tahun untuk menampilkan karya kelompok dengan minimal tiga penari, menggunakan musik pengiring baru dalam format digital.
Tema yang diangkat bersifat bebas, selama tidak mengandung unsur SARA, pornografi, maupun pornoaksi. Setiap karya akan dinilai oleh tim juri profesional dan pengamat seni tari berpengalaman di bidangnya.
Ajang ini juga menjadi wujud tanggung jawab sosial para pelaku seni dalam menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap identitas Melayu.
Menumbuhkan Generasi Kreatif Riau
Panitia pelaksana menjelaskan bahwa melalui Laksemana Award, pihaknya ingin menumbuhkan semangat eksploratif dan inovatif di kalangan koreografer muda agar terus mengembangkan bentuk tari baru yang berpijak pada budaya sendiri.
“Ini bukan hanya tentang lomba, tetapi tentang membangun ekosistem seni tari Riau agar tetap hidup, berkembang, dan diakui secara nasional maupun internasional,” ujarnya.
Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi seniman baru yang kreatif, kritis, dan tetap berakar pada nilai budaya Melayu.
Menatap Masa Depan Seni Tari Riau
Perayaan 41 tahun Pusat Latihan Tari Laksemana bukan sekadar momen nostalgia, melainkan langkah meneguhkan arah baru seni tari Riau — seni yang berpijak pada tradisi namun mampu berdialog dengan zaman.
Laksemana Award menjadi simbol bahwa pelestarian budaya bukan berarti membekukan tradisi, melainkan menghidupkannya kembali melalui karya, gerak, dan irama yang terus berevolusi.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), PT Pertamina Hulu Rokan, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP), PT Bumi Siak Pusako, PTPN V, serta Wan Dance Studio.
Dengan semangat kolaboratif tersebut, Laksemana Award diharapkan menjadi panggung lahirnya karya-karya besar dari seniman muda Riau — yang bukan hanya menari untuk ditonton, tetapi menari untuk menghidupkan kembali jiwa budaya di bumi Melayu.


Komentar Via Facebook :