Dibongkar! Ammar Zoni diduga Dijebak di Rutan Salemba, Dipindahkan ke Nusakambangan tanpa Bukti?
Foto: Ist, Sumber Hukama
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Nama artis Ammar Zoni kembali mengguncang jagat hiburan Indonesia. Ia tiba-tiba dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Nusakambangan, penjara paling ketat dan berisiko tinggi di Tanah Air. Namun yang bikin publik terhenyak — pemindahan itu terjadi tanpa barang bukti dan tanpa sidang!
Langkah ini memunculkan tanda tanya besar: Apakah Ammar Zoni sedang dijebak dalam skenario kelam di balik jeruji?
Tak Ada Barang Bukti di Tangan Ammar
Kuasa hukum Ammar, John Mathias, dengan tegas membantah tuduhan peredaran narkoba di Rutan Salemba. Ia memastikan, tidak ada barang bukti yang ditemukan saat Ammar diamankan.
“Ammar sedang tidur di dalam sel, lalu dibangunkan petugas dan langsung dibawa ke ruang pemeriksaan. Di sana sudah ada beberapa orang yang ditangkap lebih dulu,” ujar John.
“Pengakuan salah satu orang itu menyebut nama Ammar. Padahal, Ammar sama sekali tidak mengenal mereka!” tambahnya.
Skenario ini seperti jebakan sistemik, di mana satu pengakuan mendadak bisa menyeret nama besar tanpa bukti konkret.
Dipindahkan ke Nusakambangan Secara Misterius
Tanpa proses sidang, Ammar justru dikirim ke Nusakambangan — tempat para narapidana kelas berat selevel teroris dan bandar narkoba internasional. Kuasa hukum menilai langkah ini melanggar asas praduga tak bersalah. “Perkara ini belum disidangkan, tapi Ammar sudah diperlakukan seperti penjahat kelas kakap,” tegas John.
John juga menyingkap fakta mencengangkan: Ammar tak didampingi pengacara saat pemeriksaan di Polsek Cempaka Putih. Sebuah pelanggaran serius terhadap hak hukum seorang tahanan.
Keluarga: “Kami Baru Tahu dari Media!”
Sementara itu, adik Ammar, Aditya Zoni, mengaku terpukul dan marah. Ia baru mengetahui pemindahan kakaknya dari media, bukan dari pihak lapas. “Saya kaget banget. Harusnya keluarga dikasih tahu dulu, bukan tahu dari berita!” ujar Aditya dengan nada kecewa.
Menurut prosedur, keluarga seharusnya menerima pemberitahuan dua hingga tiga hari sebelum pemindahan. Namun kenyataannya, tidak ada satu surat pun yang diterima.
Misteri yang Belum Terjawab
Publik kini mempertanyakan: Mengapa Ammar dipindahkan sebelum proses hukum berjalan?, Mengapa tidak ada bukti fisik namun tuduhan tetap berdiri?, Siapa sebenarnya yang ingin “membungkam” Ammar?
Kasus ini bukan sekadar soal narkoba. Ini tentang potensi ketidakadilan dan permainan kekuasaan di balik sistem hukum yang seharusnya melindungi, bukan menjerat. Kuasa hukum Ammar menegaskan mereka akan memperjuangkan hak sang aktor hingga tuntas. “Kami tidak akan diam. Ammar harus diberi kesempatan untuk bicara di pengadilan,” pungkas John Mathias.
Drama hukum Ammar Zoni kini memasuki babak gelap. Apakah ini kasus nyata atau konspirasi di balik jeruji besi Nusakambangan? Waktu — dan keberanian mengungkap kebenaran — yang akan menjawabnya.


Komentar Via Facebook :