Kementerian Haji buka Pintu untuk ASN Lintas Kementerian, Siap Tingkatkan Pelayanan Haji 2026
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia kini membuka kesempatan bagi aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga negara untuk bergabung, tidak lagi terbatas pada Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME, usai memberikan arahan dalam kegiatan Koordinasi dan Konsolidasi Penyelenggaraan Haji 2026 se-Provinsi Riau, Rabu (17/09/2025).
“SDM yang sifatnya mandatory memang sebagian besar berasal dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, terutama yang terkait dengan pelaksanaan ibadah haji. Namun, saat ini sebagian telah bergeser ke Kementerian Haji melalui proses assessment, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten,” jelas Dahnil.
Lebih lanjut, Dahnil menekankan bahwa Kemenhaj membuka peluang bagi ASN dari berbagai lembaga, termasuk KPK, Kepolisian, Kejaksaan, dan Kemenkumham. “Siapa pun yang berminat, terutama untuk jabatan eselon I, II, dan III, dapat mengikuti proses assessment terbuka,” ujarnya. Langkah ini menjadi bagian dari reformasi struktural dan peningkatan integritas penyelenggaraan ibadah haji nasional.
Menurut Dahnil, kebutuhan SDM di Kemenhaj sangat besar. Dari pergeseran pegawai Kemenag saja, proyeksinya bisa mencapai sekitar 4.000 orang di seluruh Indonesia, yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan persetujuan Kementerian PAN-RB. Salah satu skema pemenuhannya adalah melalui formasi CPNS.
Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi, menyambut positif arahan ini. “Kami berkomitmen menindaklanjuti hasil konsolidasi ini dengan bersinergi bersama pemerintah daerah, lembaga kesehatan, serta para tokoh masyarakat demi terwujudnya penyelenggaraan haji yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan yang dihadiri pejabat Kemenag Riau, Kepala Seksi Haji dari seluruh kabupaten/kota, serta perwakilan pemangku kepentingan terkait ini berlangsung hangat. Diskusi membahas tantangan sekaligus berbagi pengalaman lapangan, dengan harapan penyelenggaraan haji 2026 dapat lebih profesional, akuntabel, dan memberikan pengalaman ibadah yang nyaman bagi jamaah.


Komentar Via Facebook :