Distan Kuansing Siapkan Langkah Jitu Antisipasi Terjadinya Penurunan Hasil Panen Tahun 2026

Distan Kuansing Siapkan Langkah Jitu Antisipasi Terjadinya Penurunan Hasil Panen Tahun 2026

Kondisi lahan pertanian di Kuansing

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Periode tanam padi tahun 2025 di kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau telah berlalu. Hasil panen padi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kuansing mengalami penurunan drastis akibat cuaca kemarau yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya ketersediaan bahan pangan, khususnya beras, di wilayah Kabupaten Kuansing. Tidak menutup kemungkinan harga beras akan mengalami kenaikan. Sebagai solusi, diperlukan pasokan tambahan dari luar daerah guna memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Hasil yang diperoleh petani di beberapa lokasi di Kuansing bahkan tidak mencapai 3 ton per hektare. Salah satu daerah terdampak cukup parah adalah di Kecamatan Hulu Kuantan. Di kawasan ini, hasil panen dilaporkan anjlok hingga 40 persen.

Hal tersebut dibenarkan oleh kepala dinas pertanian Kuansing, Ir. Emmerson kepada ranahriau.com Sabtu (9/9/2025) sore. Dikatakan Emmerson, untuk kecamatan Hulu Kuantan, luas sawah yang ditanam adalah 40. 97 hektar di Sungai Alah, 54 97 hektar di Sungai Pinang, dan 45, 46 hektar di Tanjung.

" Semuanya mengalami penurunan hasil panen musim tanam 2025 (propitas hanya 2 sampai 2,7 Ton perhektar) disebabkan karna kemarau panjang yang bertepatan dengan masa pertanaman padi," jelas Emmerson.

Dengan terjadinya penurunan hasil panen tahun ini, untuk itu kepala dinas pertanian Kuansing, Ir. Emmerson akan mengambil langkah jitu dalam mengantisipasi terjadinya kejadian serupa di tahun-tahun berikutnya.

" Langkah yang kita ambil kedepan  memprogramkan peningkatan sarana dan prasarana irigasi untuk meningkatan penyediaan air untuk pengairan sawah. Saat ini ketiga desa tersebut sudah dapat masing-masing 1 unit Pompanisasi untuk pengairan pada tahun 2024," jelasnya.

Untuk diketahui, tahun 2025 APBD Kuansing mengalami Rasionalisasi besar termasuk bantuan hiba untuk kelompok tani. Untuk Hulu Kuantan sendiri, distan sudah mengusulkan ke APBD Provinsi Riau untuk dapat bantuan saprodi melalui program peningkatan luas tanam.

" Info dari PPL kita di Hulu Kuantan, petani bersedia untuk menanam kembali di tahun 2025 ini, dan kondisi cuaca mulai masuk musim hujan. Untuk mengatasi hama kedepannya kita tingkatkan upaya pengendalian hama melalui penyusunan jadwal tanam yang lebih serentak dan penyediaan bantuan obat-obatan pertanian disertai dengan pendampingan intensif dari PPL," tutup Emmerson.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :