Kisah Dedikasi Tenaga Pengajar asal Inhu dapat Apresiasi khusus dari Bunda PAUD Riau
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau menjadi saksi dedikasi luar biasa para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang hadir mengikuti Program Cerdas PAUD. Mereka rela menempuh perjalanan panjang dari Kabupaten Indragiri Hulu ke Kota Pekanbaru demi menambah wawasan dan keterampilan.
Kehadiran Bunda PAUD Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, memberi warna tersendiri pada kegiatan tersebut. Ia tampak terharu menyaksikan semangat para guru yang tak kenal lelah memperjuangkan pendidikan anak Indonesia. Bagi Henny, pengorbanan ini adalah bukti nyata cinta tulus para pendidik kepada generasi penerus bangsa.
“Luar biasa sekali semangat ibu-ibu sekalian untuk meningkatkan kapasitas dirinya, supaya anak-anak bangsa kita menjadi cerdas,” katanya. Kamis, (4/9/2025).
Program Cerdas PAUD kali ini mengusung tema sosialisasi lomba numerisasi dan pembelajaran mendalam se-Provinsi Riau. Kegiatan ini dirancang untuk membekali guru agar lebih kreatif dalam mengenalkan angka kepada anak-anak. Dengan cara belajar yang menyenangkan, diharapkan anak tidak lagi memandang matematika sebagai pelajaran yang menakutkan.
Henny menekankan bahwa stigma matematika yang kaku harus diubah. Menurutnya, anak-anak akan lebih mudah memahami angka bila diperkenalkan melalui metode yang seru dan ramah. Dengan begitu, kemampuan analisa mereka bisa berkembang sejak dini tanpa rasa takut atau terbebani.
“Mungkin di masa lampau teknologi dan sistem pendidikan kita belum terlalu maju, sehingga cara pendekatan dan pengenalan numerasi tidak tepat. Namun saat ini kita sudah berada di zaman yang lebih maju, kita punya lebih banyak kesempatan untuk belajar numerasi dengan cara yang lebih seru,” terang Henny.
Ia menyebut perjuangan para guru sebagai amal jariyah yang akan terus hidup melalui ilmu yang diwariskan kepada anak didik. Menjadi guru, menurutnya, bukan hanya pekerjaan, melainkan panggilan jiwa untuk mendidik dengan sepenuh hati. Itulah mengapa guru patut disebut sebagai pahlawan bangsa.
“Dengan adanya program wajib belajar 13 tahun, pendidikan PAUD bukan lagi sekadar pilihan, melainkan hak setiap anak untuk mempersiapkan diri ke jenjang berikutnya. Melalui pendidikan pra sekolah, anak-anak diharapkan lebih siap menghadapi pembelajaran di sekolah dasar,” ujarnya.
Terakhir, Bunda PAUD Provinsi Riau berpesan kepada para tenaga pendidik agar tak hanya menyampikan pengetahuan saja, tapi juga dituntut untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kriris, kreativitas, rasa ingin tahu, serta empati pada anak didiknya.


Komentar Via Facebook :