Pengurus Satgas Pantas 2025-2030 resmi Dilantik, Ini Harapan Gubri
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Satuan Tugas (Satgas) Pengentasan Anak Putus Sekolah (Pantas) Provinsi Riau pertama kali dibentuk berdasarkan SK Gubernur Riau Nomor: Kpts.1160/VII/2022 tertanggal 22 Juli 2022.
Satgas ini berperan mengidentifikasi akar permasalahan anak tidak sekolah, melakukan pendataan dan verifikasi, serta merumuskan solusi berbasis data.
Pengurus Satgas Pantas periode 2025-2030 resmi dilantik pada Rabu (06/08/2025) malam ini di Balai Serindit Gedung Daerah Jalan Diponegoro Pekanbaru oleh Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Riau, Dr. Arden Simeru.
Melalui pelantikan pengurus Satgas Pantas Ini diharapkan dapat membantu pemerintah memperbaiki kualitas dunia pendidikan khususnya di Riau dapat terwujud.
"Satgas ini adalah bentuk komitmen dan solusi konkret dari pemerintah terhadap anak-anak kita yang belum memiliki akses pendidikan layak,” tegas Arden.
Ia juga menyebutkan bahwa Disdik Riau telah menyiapkan lebih dari 3.000 kuota melalui program afirmasi BOSDA sebagai bagian dari upaya konkret mengurangi angka anak putus sekolah.
"Jangan sampai ada anak Riau yang tidak sekolah. Satgas ini menjadi solusi cepat untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara Disdik dan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Usai dilantik, Ketua Satgas Pantas Provinsi Riau Drs H. Pahmijan M. Pd kepada awak media mengaku optimis mampu mengentaskan persoalan siswa putus sekolah.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Kemendikbud tahun 2021, terdapat 53.682 anak di Provinsi Riau yang tidak bersekolah.
"Angka ini menjadi tantangan serius yang harus segera diatasi. Ada beberapa program utama yang akan kami jalankan. Pertama, Program Pendidikan Anak Tanah Melayu yang diawali dengan pendataan anak-anak yang tidak sekolah,” ungkap Pahmijan.
Ia juga menyebutkan bahwa tiga kabupaten dengan angka tertinggi anak putus sekolah adalah Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kepulauan Meranti. Ketiganya akan menjadi fokus prioritas Satgas Pantas dalam waktu dekat.
"Kami juga akan melakukan observasi dan survei lapangan tahunan, memastikan efektivitas penyaluran kembali anak-anak ke bangku sekolah. Tantangannya tentu ada, terutama pada aspek pendanaan. Untuk itu, transformasi digital juga akan didorong agar anak-anak Riau bebas dari putus sekolah,” tambahnya.
Untuk itu, ia berkomitmen untuk terus melakukan observasi dan survei lapangan.
"Tujuannya untuk memastikan efektivitas penyaluran kembali anak-anak ke bangku sekolah. Tantangannya tentu ada, terutama pada aspek pendanaan. Untuk itu, transformasi digital juga akan didorong agar anak-anak Riau bebas dari putus sekolah,” tambahnya.
Pahmijan menjelaskan bahwa Satgas PANTAS Riau dibentuk dari kalangan pemerintahan, akademisi, tokoh masyarakat dan praktisi pendidikan yang ada di Provinsi Riau.
"Satgas Pantas bertujuan untuk menemukan akar masalah dari anak tidak sekolah dan berupaya mencari solusi permasalahan tersebut," terangnya.
Pahmijan menegaskan, setiap masyarakat berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan mengembangkan diri menurut UUD 1945.
"Namun demikian, hal ini tidak mudah untuk diwujudkan, banyak motif masalah yang melatarbelakangi.
Diantaranya permasalahan ekonomi, lingkungan, kurangnya minat, sosial, internal keluarga dan sosial jadi beberapa faktor penyebab anak putus sekolah dan tidak bersekolah," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :