SMAN 2 Singingi Resmi Dilaporkan.! Heri : Kasus Pungli Menyusul ke Polda Riau

SMAN 2 Singingi Resmi Dilaporkan.! Heri : Kasus Pungli Menyusul ke Polda Riau

Ketua FABEM Riau, Heri Guspendri, M.Sos

KUANSING, RANAHRIAU.COM -  Ketua Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Riau, Hery Guspendri, M.Sos secara resmi melaporkan kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di SMAN 2 Singingi, kabupaten Kuantan Singingi.

Adapun yang dilaporkan mantan presiden mahasiswa universitas Islam (UNIKS) Kuantan Singingi itu kepada pelaksana tugas (Plt) kepala dinas Pendidikan provinsi Riau Erisman Yahya, diantara adalah kepala sekolah SMAN 2 Singingi, bersama ketua Komite.

" Sudah. Saya sudah melaporkan kasus ini kepada kepala dinas pendidikan provinsi Riau. Alhamdulillah direspon oleh kadis. Untuk kasus dugaan pungutan liar (pungli-red) nanti akan kita laporkan ke Polda Riau," kata Heri.

Selain SMAN 2 Singingi, sebelumnya ia juga sudah melaporkan kasus dugaan pungli yang terjadi di SMAN 1 Kuantan Mudik. " SMA Negeri 1 Kuantan Mudik telah melakukan pungutan uang perpisahan ke Wali Siswa sudah kita laporkan. Dari hasil penghitungan sementara, Total pungutan yang dikumpulkan mereka sebesar Rp.241.675.000. Sekarang sudah diperiksa oleh inspektorat," kata Heri.

Heri Menilai, Kurangnya pengawasan Kadisdik terhadap sekolah-sekolah baik itu dalam naungan provinsi dan kabupaten.

Tidak ada sanksi yang diberikan sehingga sekolah tidak takut melakukan pungutan-pungutan kepada murid.

" Kita tuntut hasil kesepakatan Disdik Kuansing dulu bersama BEM uniks yang katanya akan menindak tegas sekolah yang melakukan jual beli LKS dilingkungan sekolah dan pungutan-pungutan berupa iyuran disekolah. Kita minta bupati Kuansing evaluasi KadisdikKuansing yang tidak becus menangani mafia yang menjadi ladang bisnis ini disekolah," tutup Heri.

Pelaksana tugas (Plt) kepala dinas pendidikan provinsi Riau, Erisman Yahya menegaskan, tidak ada regulasi yang membolehkan sekolah melakukan pungutan terhadap peserta didik. Sebab, pemerintah telah menyalurkan sejumlah bantuan keuangan, salah satunya dana BOS alias dana Bantuan operasional sekolah.

" Sekolah sudah mendapat bantuan, kenapa masih membebani siswa. Untuk SMAN 1 Kuantan Mudik sedang diperiksa inspektorat. Yang melanggar juga akan diperiksa," pungkasnya.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :