Sorot 100 hari kinerja Gubernur Riau, Rifky Arifi: Bagaimana dengan komitmennya?
Foto: Ist
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Abdul Wahid dan SF Hariyanto resmi mengemban amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Halaman Tengah Istana Merdeka Jakarta, Kamis (20/02/2025) lalu.
Dalam momen tersebut, Presiden mengingatkan para kepala daerah akan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pelayan rakyat.
Kepala Negara mengatakan para kepala daerah harus membela kepentingan rakyat, dan berjuang untuk perbaikan hidup masyarakat.
Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan beberapa program 100 hari kinerjanya, diantaranya perbaikan birokrasi, percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), esensi visi dan misi, hingga infrastruktur.
"Program 100 hari kinerja kita yaitu perbaikan birokrasi, percepatan realisasi APBD, esensi visi dan misi yaitu kesejahteraan guru pelajar, saya ingin tahun ini anak-anak tidak lagi putus sekolah, serta infrastruktur menjadi prioritas," kata Gubri.
Rifky Arifi mengatakan bahwa 100 hari kinerja Gubernur Riau bisa kita jadikan sebagai ajang untuk mengevaluasi diri, intropeksi dan bermunajat, Kamis (30/05/2025).
Apakah Gubernur Riau benar-benar sudah melayani rakyat?
Langkah apa saja yang dilakukan Gubernur Riau dalam menunaikan janji manisnya?
"Semoga dengan kritik dari berbagai kalangan terhadap 100 hari kinerja Gubernur Riau dapat menjadikan Provinsi Riau yang adil, makmur dan bermarwah serta dijauhkan dari segala musibah dan warganya senantiasa rukun dan dapat bergotong royong untuk memajukan daerah Provinsi Riau dan senantiasa maju dalam sektor apapun,” ucap Demisioner Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Riau Jakarta periode 2023-2024, Rifky Arifi, SH.
Rifky yang juga dikenal banyak menorehkan Prestasi baik diruang lingkup kampus mau pun di luar kampus tersebut dan juga Mahasiswa Riau Jakarta peraih Cumlaude pada 2024, menegaskan evaluasi diperlukan untuk mengukur sejauh mana capaian kinerja sebagai tanggung jawab Gubernur Riau.
Sementara koreksi dari Pemprov Riau diperlukan karena tantangan yang akan dihadapi akan sangat berat dan beragam.
“Kita hanya mengingatkan kondisi real (kenyataan) di lapangan terkadang tidak sejalan dengan program yang di inginkan.
"Sedangkan intropeksi dibutuhkan Pemimpin di Pemprov Riau karena kita sebagai manusia tidak luput dari lupa, salah dan khilaf dalam menjalankan amanah, ”
Untuk itu, Gubernur Riau jangan sampai menutup seluruh panca inderanya dengan kondisi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Riau saat ini". Tutup Rifky Arifi.


Komentar Via Facebook :