Warkah LAMR Bengkalis Resmi Dikeluarkan, Presiden Mahasiswa Poltek Minta Gelper ZONE 88 Ditutup
Gelper ZONE 88 di Jalan Hangtuah Kota Bengkalis
BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis secara resmi mengeluarkan Warkah Petuah Amanah, pada 28 Mei 2025, yang digelar di halaman gedung LAMR Bengkalis.
Warkah tersebut sebagai sikap menyerukan dan menyuarakan berbagai bentuk penyakit masyarakat (Pekat) serta mengancam sendi kehidupan masyarakat.
Warkah Petuah Amanah ini merupakan keprihatinan mendalam para tetua adat, alim ulama dan tokoh masyarakat atas merebaknya fenomena yang dinilai bertentangan dengan nilai norma hukum, agama, dan adat istiadat.
Seperti maraknya hiburan malam yang mendekatkan diri kepada maksiat, peredaran minuman keras, narkoba, perjudian, pelacuran, perzinahan dan berbagai penyakit sosial lainnya.
Terkait resmi keluarnya Warkah Petuah Amanah dari LAMR Bengkalis, hal ini mendapat tanggapan yang serius dari Presiden Mahasiswa Politeknik Bengkalis Herizal Kurniawan, bahwa potensi kearah itu sudah lama kami pantau dan curiga, bahwa diduga Gelanggang Permainan (Gelper) yang bernuansa mesin judi jackpot dengan kedok permainan anak-anak yang ada di tengah kota Bengkalis segera dihentikan.
Pada intinya kita tidak mempersoalkan fasilitas bermain anak-anaknya. Namun tidak demikian dengan sarana permainan yang di dominasi oleh orang dewasa. Indikasi penyalahgunaan yang kental dengan nuansa perjudian ini yang kita minta segera hentikan, salah satunya Game ZONE 88 di Jalan Hangtuah Kota Bengkalis.
"Selain itu, dapat di lihat ada kesan arogansi dan diduga pemilik dari usaha Gelper tersebut kebal hukum, karena terlalu berani menampakkan keberadaan pada lokasi sentral dan ramai. Apa lagi berdekatan dengan kantor Bupati Bengkalis," ujar Presiden Mahasiswa Poltek Bengkalis, Herizal Kurniawan kepada wartawan seusai menghadiri acara di LAMR Bengkalis, Rabu (28/5/2025).
Lanjutnya, Bengkalis memang terlihat datar saja, namun bukan berarti tidak bisa bergejolak, jika saja masyarakatnya tidak dihargai maka reaksi itu kapan pun bisa berkobar yang akan dengan segera kami teriakan aksi di jalan.
Maka, atas kesadaran ini kita suarakan terlebih dahulu karena kita sangat menghormati baik pemerintah maupun pihak penegak hukum dan keamanan yang ada.
"Dan kami meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) yang berwenang hentikan dan tutup Gelper itu," ujar Herizal dengan tegas.
Tidak cukup sampai disitu, ia bersama rekan rekan mahasiswa serta jajaran pengurus akan melakukan upaya bertemu langsung dengan Bupati Kabupaten Bengkalis Ibuk Kasmarni agar bisa menyampaikan secara jelas fakta dilapangan.
"Inisiatif ini sebagai dukungan moral terhadap Bupati olah karena menjaga citra Ibuk Kasmarni jangan sampai tercoreng dengan sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat baik bagi kinerja beliau sebagai kepala daerah," ungkapnya.
"Semua pihak tahu bahwa rekan-rekan mahasiswa sebelumnya sudah berteriak terkait kehadiran Gelper yang beroperasi secara terang-terangan. Kami bahkan telah melakukan investigasi pada malam Ramadhan (Bulan Puasa) lalu di lokasi, dimana permainan tetap berlangsung," ujarnya.
Untuk itu, kami mendorong kesadaran moral seluruh elemen organisasi Kepemudaan, Cipayung Plus dan BEM di Bengkalis terkait Gelper ini agar disikapi dengan serius.
"Dan sebelumnya, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkalis, Buya Amrizal dalam pidatonya di halaman LAMR Bengkalis mengungkapkan, bahwa kami telah menyerahkan rekomendasi hasil rapat koordinasi bersama sejumlah stakeholder kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis terkait maraknya Tempat Hiburan Malam dan terkait perjudian dalam upaya penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat).
"Maka dari itu, segala macam bentuk apa pun itu yang melanggar segala hukum norma agama," ujar ketua MUI Bengkalis Buya Amrizal.
Sementara, Wakil Bupati Bengkalis H Bagus Santoso mengatakan, sebagaimana yang disampaikan dari Warkah Petuah Amanah LAMR Bengkalis merupakan penyakit masyarakat sosial atau Pekat.
Dan kami sudah menerima rekomendasi dari tausiah MUI. Selain itu, kita sudah bekerjasama dengan OPD terkait serta forkopimda agar menyelesaikan persoalan persoalan tersebut agar tidak berkembang.
"Terakhir, kata Wabup Bengkalis, atas inisiatif dari MUI, kami dari pemkab Bengkalis mengapresiasi dalam memberikan masukan terhadap persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat," ungkapnya.


Komentar Via Facebook :