Minta Listrik 24 Jam

Tiga Dekade menderita karena PLN, FMKK: Masyarakat Kuala Kampar dianggap tak Penting

Tiga Dekade menderita karena PLN, FMKK: Masyarakat Kuala Kampar dianggap tak Penting

Foto: Ist

KUALA KAMPAR, RANAHRIAU.COM- Masyarakat Kuala Kampar sangat kecewa dengan kondisi listrik PLN saat ini. Pasalnya Listrik sering mati-hidup bahkan terkadang juga mendapatkan giliran.

Hal ini disampaikan oleh Agustian, Ketua Forum Masyarakat Kuala Kampar kepada awak media, Selasa (18/02/2025).

"Kondisi PLN saat ini semakin parah, kami sudah terlalu lama menunggu. Anak-anak butuh belajar dengan baik, masyarakat membutuhkan listrik,  tapi saat ini listrik di daerah kami tidak Optimal,"ujar Agustian. 

Agustian mengatakan sudah lebih dari tiga dekade warga  Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, hidup tanpa listrik 24 jam.

"Listrik saat ini cuma 12 jam, usahkan 24 jam, sedang pengoperasian sekarang aja mati-mati, PLN nampaknya mengganggap masyarakat Kuala Kampar tak begitu penting. " Sebut Agustian. 

Agustian menegaskankalau juga tidak terealisasi dalam waktu dekat ini untuk Operasi 24 jam  Sebelum Ramadhan ini warga Penyalai Kuala Kampar akan melakukan aksi besar-besaran

"Kami akan menggelar aksi dalam waktu dekat ini, tuntutan kami meminta PLN untuk mengaliri listrik 24 jam, kami tidak mau tahu, harus bisa,"tegasnya.

Kata Agustian lagi, pada 08 Januari 2025, Forum Masyarakat Kuala Kampar (FMKK) mengajukan surat resmi kepada PT PLN (Persero) UIW Riau & Kepri. 

"Kami memohon agar Sub-Ranting Teluk Dalam segera dioperasikan dengan listrik 24 jam. Surat tersebut, yang ditandatangani oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, pegawai negeri, pengusaha, dan masyarakat setempat, menjelaskan bahwa wilayah mereka sudah siap untuk menerima penerangan 24 jam,"kata Agustian. 

Lanjut Agustian  dalam upaya untuk memperjuangkan hak masyarakat, FMKK juga mengirimkan surat permohonan hearing kepada Ketua DPRD Provinsi Riau.

"Kami juga momohon kepada DPRD Riau  dapat memfasilitasi percakapan antara masyarakat dan pihak PLN guna memastikan bahwa permohonan ini didengar dan segera diwujudkan,"ujarnya.

Penyataan yang sama juga disampaikan salah satu Putra Derah Kuala Kampar Iwan, Masyarakat Kuala Kampar sangat berharap agar listrik bisa beroperasi 24 jam.

“Harapan kami hanya satu, menikmati listrik 24 jam, kalau tak bisa dengan wacana penyaluran kabel bawah laut, solusinya menggunakan mesin yang ada saat ini, yang berjumlah sembilan genset ,” ujar Iwan , seorang pemuda yang tumbuh besar di daerah ini.

“Pokoknya kami tak perduli, apakah kabel bawah laut atau darat, yang penting warga ingin listrik menyala 24 jam,"ujar Iwan yang juga pernah menjadi tenaga Humas Pemkab Pelalawan.

Kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Iwan meminta agar memperhatikan Kuala Kampar, terutama soal listrik.

"Kepada Bupati Pelalawan, tolong perhatikan daerah kami, bantu masyarakat untuk memenuhi keinginannya menikmati listrik 24 jam, masyrakat sangat berharap, dan apa yang diperjuangkan hari ini ada hasil untuk Masyarakat Kuala Kampar," tutupnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :