Sopir Taksi Alphard Dipanggil Polda Metro Jaya, Ungkap Sikap Patwal RI 36 yang Viral di Media Sosial
Tangkapan layar video viral sopir taksi Alphard saat dinilai jadi korban arogansi Patwal RI 36 (instagram.com/supirngehek)
JAKARTA, RANAHRIAU.COM- Sebuah video viral menunjukkan pengawalan Patwal terhadap mobil dinas berpelat RI 36 yang kemudian diketahui sebagai kendaraan milik Raffi Ahmad.
Dalam video tersebut, terlihat seorang anggota polisi berinisial Bripka DK menunjuk-nunjuk sopir taksi Toyota Alphard, yang memicu kritik atas dugaan arogansi petugas.
Namun, setelah dilakukan klarifikasi, terungkap fakta baru terkait kejadian yang berlangsung di Jalan Sudirman-Thamrin, Rabu (08/01).
Penjelasan Sopir Taksi Alphard
Sopir taksi Toyota Alphard yang menjadi sorotan dalam video tersebut, seorang pria berinisial IK, akhirnya memberikan keterangannya kepada polisi.
IK hadir di Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi atas peristiwa tersebut.
Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, menyampaikan hasil pemeriksaan terhadap IK kepada awak media.
"Sudah, hasil klarifikasi Saudara IK pengemudi taksi," kata AKBP Argo, Seni, 13 Januari 2025 di hadapan media.
Menurut IK, tidak ada tindakan arogansi yang dilakukan oleh Bripka DK saat insiden berlangsung.
Bripka DK hanya memberi isyarat agar kendaraan segera maju karena posisinya berhenti di tengah jalan, yang berpotensi menyebabkan kemacetan.
"Tidak ada ucapan anggota yang arogan. Hanya isyarat tangan untuk segera maju karena saat itu posisi kendaraan berhenti di tengah," jelas Argo.
Meski tidak ditemukan tindakan arogan, pihak kepolisian memastikan akan mengevaluasi kejadian tersebut.
Argo menegaskan bahwa anggota polisi di lapangan harus bertindak secara humanis sesuai prosedur operasi standar (SOP).
"Evaluasi pasti, sedang kita buat nota ke jajaran terkait teknis pengawalan agar pedomani SOP," imbuhnya.
Raffi Ahmad Akui Pemilik Mobil RI 36
Di sisi lain, Raffi Ahmad memberikan pernyataan terkait mobil dinas berpelat RI 36 yang viral. Raffi mengakui bahwa kendaraan tersebut memang miliknya dan digunakan untuk keperluan dinas kenegaraan.
Namun, ia memastikan bahwa dirinya tidak berada di dalam mobil saat kejadian berlangsung.
Mobil tersebut sedang dalam perjalanan menjemputnya setelah sebelumnya digunakan untuk mengambil beberapa berkas penting.
“Bahwa benar adanya mobil tersebut kendaraan yang saya gunakan, namun pada saat kejadian."
"Saya sedang tidak berada di dalam mobil karena pada saat itu mobil berplat RI 36 sedang dalam posisi menjemput saya untuk menuju agenda rapat selanjutnya,"
Ujar Raffi Ahmad dalam keterangannya kepada media, Sabtu (11/01).
Proses Pencarian Sopir Taksi Alphard
Sebelum IK memberikan keterangannya, pihak kepolisian sempat mencari sopir taksi Alphard tersebut.
AKBP Argo menyatakan bahwa klarifikasi dari IK diperlukan untuk memastikan apakah ada tindakan yang dianggap tidak sopan atau arogan dari petugas Patwal.
"Apakah ada tindakan atau ucapan dari personel Ditlantas yang dianggap tidak sopan atau arogan," ujar Argo kepada media, Sabtu (11/01).
Kejadian ini telah menjadi perhatian publik dan menimbulkan berbagai spekulasi.
Dengan adanya klarifikasi dari semua pihak, diharapkan situasi ini dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi pelajaran untuk memastikan bahwa prosedur pengawalan tetap dilakukan sesuai SOP dan secara humanis.


Komentar Via Facebook :