Stok Obat Puskesmas di Kampar tidak sesuai kebutuhan, Ini kerja Siapa?

Stok Obat Puskesmas di Kampar tidak sesuai kebutuhan, Ini kerja Siapa?

Foto: ist

KAMPAR, RANAHRIAU.COM- Terkuak obat yang diserahkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) ke Puskesmas tidak sesuai kebutuhan  obat pada masing-masing puskesmas seharusnya sesuai dengan kebutuhan Puskesmas.

Menurut informasi dari salah seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan, bahwa Pihak Dinkes memberikan obat tidak sesuai permintaan, Jumat (30/08/2024).

Dia mengatakan kalau  barang yang diberikan tidak sesuai kebutuhan, puskesmas. Tidak ada pasien rawat inap di puskesmas .

Diduga ada indikasi permainan dalam distribusi obat yang di atur sedemikian rupa oleh oknum Kabid  di dinas kesehatan demi untuk keuntungan pribadi, "Kuat dugaan obat yang akan expired di berikan ke puskesmas",  paparnya 

Anehnya pihak dinas kesehatan memberikan obat ke puskesmas dengan menyebutkan Buffer stock.

Maksud dari buffer stock penyangga sebagai  antisipasi kekurangan obat, kalau dinas sebagai  buffer stock sedangkan pengadaannya di puskesmas itu tidak  mungkin, "Mestinya di Puskesmas harus mengadakan buffer stock cek juga kalau memang pengadaannya di puskesmas", terangnya.

Pengadaannya di puskesmas tetap buffer stoknya di dinas, "Jadi pertanyaan apakah oknum Kabid  Sumber Daya kesehatan  SDK  dinas kesehatan tidak paham ?" Tegasnya.

Mirisnya kebutuhan obat di puskesmas di duga tidak bisa terpenuhi   oleh pihak dinas kesehatan, Instalasi Farmasi Kabupaten IFK hanya mendistribusikan yang sudah ada meskipun ada Tim Perencanaan Obat Terpadu (TPOT).

"Kalau obat yang di terima tidak sesuai kebutuhan  tentu sampai ke puskesmas juga tidak sesuai kebutuhan ,Instalansi Farmasi Kabupaten obat yang sudah di beli  hanya  mendistribusikan yang sudah ada tapi  bukan kebutuhan puskesmas. Contohnya di yang di minta puskesmas anti hipertensi tetapi obat ini tidak tersedia, tentu di puskesmas tidak ada. Menjadi masalah kenapa   terjadi kelangkaan obat di puskesmas ?" Paparnya lagi.

Terkait hal ini  tim mediapun mencoba hubungi  Kepala Dinas Kesehatan Kampar, dr Asmara Fitrah Abadi  melalui  kepala bidang   Sumber Daya Kesehatan SDK   Ervan  terkait  obat yang tidak sesuai kebutuhan puskesmas.

"Coba tanya  puskesmas, mereka kan sudah BLUD dan belanja obat sendiri  rasa nya semua sudah terpenuhi . Dinas kesehatan hanya  Buffer stock sesuai pornas.

Tambahnya lagi, Distribusi obat adalah kewenangan IFKED. Obat tolong obat apa?soalnya ada obat droping dari propinsi 
Untuk belanja obat ada tim TPOT (tim perencana obat terpadu) yang anggotanya ada dokter gigi, dokter umum dan dari puskesmas, Ketua dan sekretaris. Kalau lebih jelas datang aja kekantor dinas kesehatan dan saya bisa jelaskan semuanya", tutupnya.

Editor : RRMedia
Komentar Via Facebook :