OJK Gelar Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan se-Riau

OJK Gelar Pertemuan Tahunan Pelaku Industri Jasa Keuangan se-Riau

Otoritas Jasa Keuangan Riau menggelar pertemuan tahunan pelaku industri jasa keuangan se- Riau. Pertemuan digelar untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.

Pekanbaru,RanahRiau.com-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Kamis (16/2/17) dengan tema ”Menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Membangun Optimisme Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Dalam sambutannya, Kepala OJK Perwakilan Riau, Nurdin Subandi mengatakan capaian kinerja ekonomi nasional tahun 2016 tercatat masih positif. Begitu pula stabilitas sistem keuangan dan tingkat kesehatan lembaga keuangan nasional tetap terjaga.

Perekonomian Riau pada tahun 2016 tercatat tumbuh sebesar 2,23% meskipun lebih rendah dibanding tahun 2015 yang mencapai sebesar 4,45% dan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai sebesar 5,02%. Selain itu, tingkat inflasi tercatat sebesar 4,04% lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 3,02%. Namun demikian, hal ini masih sejalan dengan perkembangan nasional, dan kinerja ekonomi dan industri jasa keuangan di Provinsi Riau juga menunjukkan perkembangan yang positif.

"Share asset perbankan Provinsi Riau terhadap perbankan Nasional mengalami peningkatan dari sebesar 1,36% menjadi sebesar 1,40% pada tahun 2016. lndikator utama perbankan Riau posisi Desember 2016 juga mengalami pertumbuhan yang signifikan dibanding Desember 2015 dimana asset perbankan di Provinsi Riau mengalami peningkatan sebesar 8,24% dari sebesar Rp82.92 Triliun menjadi sebesar Rp89.75 Triliun," terang Nurdin Subandi.

Sementara, kredit dan pembiayaan mengalami pertumbuhan sebesar 3,29% dari sebesar Rp57.45 Triliun menjadi sebesar Rp59.34 Triliun. Simpanan atau Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 6,80% dari sebesar Rp62.83 Triliun menjadi sebesar Rp67.1 Triliun.

"Kita bersyukur pula, bahwa pola pertumbuhan yang tinggi juga terjadi pada industri pasar modal dimana jumlah investor meningkat dari 6.413 investor menjadi 9.197 investor, pertumbuhan rekening efek sebesar 151%, dan nilai transaksi pasar modal dari Rp2,3 Triliun di tahun 2015 menjadi Rp6,5 Triliun pada tahun 2016 Namun jumlah pembiayaan Untuk lndustri Keuangan Non Bank yaitu dari modal ventura dan perusahaan pembiayaan mengalami penurunan masing-masing 16,18% dan 15,95% dibandingkan dengan tahun 2015," tambahnya.

(Riauterkini.com)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :