Disdagprin Bengkalis Gelar Rapat Terkait Kelangkaan BBM dan Gas Elpiji 3 Kg

Disdagprin Bengkalis Gelar Rapat Terkait Kelangkaan BBM dan Gas Elpiji 3 Kg

Disdagprin Bengkalis Gelar Rapat Terkait BBM dan Gas Elpiji 3 Kg

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Bengkalis menggelar rapat terkait kelangkaan Gas Elpiji 3 kg dan BBM Pertalite untuk kebutuhan masyarakat, di Aula lantai II kantor Disdagprin, Senin (3/7/2023). 

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kadisdagprin Bengkalis Zulpan, S.T, juga dihadiri Kabag Ekonomi Bengkalis, Samsir, Kabid Trantib Satpol PP, Samsul, Kasi Trantib Kecamatan Bantan, Jayusni, Kasi Trantib Kecamatan Bengkalis, Suherman, Ka UPT dishub, Ferdaus Saputra dan anggota Unit Tipidter Sat Reskrim Aiptu Rudi, Bripka Rizky, Briptu Tambun, pengusaha SPBU dan agen Elpiji pangkalan se-Kecamatan Bengkalis dan Bantan. 

Pada rapat tersebut, membahas terkait pendistribusian Gas Elpiji 3 kg dan BBM di Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan, yang saat ini terjadi kelangkaan. Karena tidak hanya BBM Pertalite yang langka. Namun, Gas Elpiji 3 Kg juga langka di Bengkalis.

Kepala Disdagprin Bengkalis Zulpan, mengatakan, dalam beberapa hari ini terjadi kelangkaan BBM dan gas Elpiji 3 Kg di pulau Bengkalis. Kondisi ini bukan langka, karena untuk wilayah Kabupaten Bengkalis tidak terjadi kelangkaan.

"Bukan langka. Ini hanya terjadi kendala teknis di lapangan, terutama masalah penyebrangan Roro Bengkalis yang tak mampu melayani penyebrangan, karena bertepatan hari besar Islam dan juga hari libur anak sekolah," ungkap Kadisdagprin Zulpan kepada wartawan seusai rapat. 

Ia menyebutkan, jadwal penyeberangan roro untuk membawa BBM dan Gas Elpiji 3 kg memang mengalami keterlambatan. Makanya untuk melihat persoalan dan mencari solusi. 

Semua agen BBM dan Gas Elpiji diajak rapat untuk mengurangi persoalan sulitnya masyarakat mendapatkan BBM dan Gas Elpji 3 kg.

Kami mengharapkan kepada Dishub Bengkalis dapat mengatur dengan baik terkait jadwal penyeberangan mobil pembawa BBM dan Gas Elpiji. Karena kedua kebutuhan ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat pulau Bengkalis. 

"Kalau terkendala seperti ini, maka masyarakat resah dan susah mendapatkan BBM dan Gas Elpiji," ujarnya. 

Sedangkan penjelasan dari Kepala UPT Roro Dishub Bengkalis Ferdaus Saputra yang ikut dalam pertemuan rapat itu menyebutkan, karena kondisi penyeberangan roro di dua sisi dermaga sangat padat, makanya telah terjadi keterlambatan penyeberangan.

"Ya memang ada kendala. Dari 6 kapal yang ada hanya 4 yang beroperasi, dan dari 4 itu ada yang mengalami kerusakan. Makanya penyeberangan roro tidak bisa melayani dengan maksimal," ujar Ferdaus. 

Firdaus juga mengaku, saat ini ada satu kapal yang izinnya sudah mati dan dalam proses pengurusannya di Pekanbaru. makanya dalam melayani penumpang memang sempat kualahan.

"Kita jamin dalam 3 hari kedepan pelayanan roro akan normal dan jam penyeberangan khusus tangki BBM dan Gas Elpiji 3 kg sudah disepakati jadwalnya pukul 12.00 WIB sampai 14.00 WIB," katanya.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :