Pesan Sehat

APH di Minta Cegah Prilaku Politik Kotor dan Pembodohan, Terkhusus di Daerah

APH di Minta Cegah Prilaku Politik Kotor dan Pembodohan, Terkhusus di Daerah

M.Fachrorozi, Masyarakat Riau, Seorang Warga Kabupaten Bengkalis

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Antisipasi dini menjadi upaya awal sebagai prioritas pencegahan yang sepatutnya dilakukan Aparat Penegak Hukum (APH) Negara, langkah itu di pandang perlu mengingat rentannya tindakan penyalahgunaan wewenang, yang mana di pandang potensi itu sangat memungkinkan terjadi pada tahun-tahun sensitif seperti pada saat ini, tahun jelang memasuki kancah politik nantinya.

Pandangan ini sengaja di kemukakan oleh M.Fachrorozi selaku narasumber tak lain adalah sebagai bentuk keprihatinan, melihat dari banyak aspek. 

Pria yang keseharian akrap di sapa Agam itu kembali memberi reaksi hanya karena faktor kesadaran yang mendalam, dengan harapan bagaimana moment-moment penting negara tidak lagi tercederai oleh ulah pemangku kepentingan yang tidak lazim, terutama di Daerah, sebut warga Bengkalis itu.

"Menurutnya, Instruksi undang-undang kepada setiap lembaga Negara yang berwenang itu jelas, semua telah di persiap kan Negara bukan cuma-cuma, ada porsi dan peran juga dari masing-masingnya sebagai penyelenggara yang di titik beratkan untuk mengawal kepentingan yang berkeadilan, tentunya tidak dalam konteks membuat kerugian Negara, maka menjadi alasan salah satunya kinerja aparat hukum patut untuk terus di dorong," ungkap Agam, Rabu malam (24/5/2023). 

Lebih lanjut, dalam pandangannya negara ini sudah memasuki zona rawan dengan instrumen kehancuran pemahaman dalam bingkai perpolitikan. 

"Dimana, edukasi dan dedikasi publik tidak terselenggara secara baik, bila mana kesadaran maupun kepekaan APH yang semestinya menjadi benteng Negara, namun tidak dengan semestinya di tempatkan, justru disitulah letak semua potensi kerusakan moral itu akan semakin kronis," timpalnya. 

Selain itu, sebutnya, Negara ini juga tidak sedang dalam kekurangan orang-orang yang cerdas, seraya meneruskan, golongan cerdik pandainya cukup banyak bahkan terlalu banyak, akan tetapi yang menjadi kekhawatiran kita bersama terletak pada integritas, poinnya disitu.

"Apa lagi bukan rahasia umum juga kan, menurutnya pada saat sekarang ini stigma buruk dengan polarisasi persengkongkolan jahat tidak lagi menjadi sesuatu yang mengejutkan. Namun praktek yang begitu, itu patut untuk di cegah," jelasnya. 

Kemudian menurutnya, walau di masa-masa sekarang ini rasanya agak pesimis akan keseriusan dari APH untuk bagaimana agar bentuk-bentuk yang mencerminkan indikasi kejahatan yang berimbas pada kerugian negara itu tercegahi secara maksimal.

"Tapi, setidaknya spirit dari golongan masyarakat yang tidak mengadopsi paham-paham berpikir arah kiri tidak juga boleh kendor, mengingat upaya over dari para pemangku kepentingan yang ambisius selalu piawai dalam mengisi ruang hitam," imbuhnya.

Ditegaskannya, dengan sengaja pendapat ini ia kemukakan tidak lebih dari sekedar harapan bagaimana proses keberlangsungan moment politik dapat berjalan fair, bagi siapapun yang berhajat mengisi posisi politik silakan.

"Hanya saja, cerminannya jangan hanya bertengger pada kekuatan kuantitas saja, tapi dari sisi kualitas diri harus di perhitungkan, apalagi nanti ini menyangkut wibawa penguasaan tujuan parlemen yang sesungguhnya, terutama bagi kontestan yang baru melangkah.

"Salam sehatnya, modal dasar yang mumpuni itu sebaiknya persiapkan diri dengan mengejawantahkan kapasitas personal berbasis ilmu pengetahuan, intelektualitas yang isinya di gandrungi kemampuan akademik, diplomasi, wawasan analisis, ada gagasan pemikiran dan ide serta kesungguhan yang memiliki dampak positif bagi publik. 

"Jangan cuma sebatas dasar euforia yang kelak malah tak tau apa-apa. Karena, secara hakikat bangku yang nantinya akan di duduki itu bukan lah fasilitas buat hura-hura," tutupnya.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :