Resah!! Warga Bukit Kauman Serahkan Sepenuhnya Urusan PETI Kepada Kapolres Kuansing

Resah!! Warga Bukit Kauman Serahkan Sepenuhnya Urusan PETI Kepada Kapolres Kuansing

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi bukanlah hal yang baru dan bukan lagi rahasia umum. Bahkan, dalam kurun waktu hampir puluhan tahun beroperasi, diperkirakan sudah ratusan hingga ribuan rakit PETI yang dirusak dan dibakar oleh aparat kepolisian.

Selain rakit PETI yang dimusnahkan  dengan cara dibakar, aparat kepolisian juga telah menangkap ratusan para pekerja aktivitas tambang emas Ilegal selama puluhan tahun beroperasi di Kuansing, sebagai efek jerah dan penegakan hukum.

Kendati demikian, tindakan tersebut tidak menjadi efek jerah bagi pemodal tambang dan para pekerja PETI. Sebab, diduga hasil tambang yang diperoleh pemodal lebih besar ketimbang biaya memperbaiki peralatan tambang emas yang dirusak.

Untuk diketahui, aktivitas PETI di Kuansing memang sudah meresahkan, terutama masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Batang Kuantan. Kondisi Air Sungai yang sudah berubah warna, kini tidak bisa dikonsumsi karena sudah tidak bersih, otomatis akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga resah ulah PETI yang sudah merusak bentuk dari daerah aliran sungai (DAS). Diantaranya masyarakat Desa Pebaun Hulu, Pebaun Hilir, Kinali, dan Desa Bukit Kauman Kecaman Kuantan Mudik.

Sebab, lokasi atau arena yang biasanya digunakan untuk latihan Pacu Jalur (tradisi masyarakat Kuansing, red), kini sudah berubah, bahkan terancam tidak bisa lagi dijadikan arena latihan Pacu Jalur.

Bentuk kekesalan terhadap tambang emas Ilegal tersebut diungkapkan oleh salah seorang warga Desa Pebaun Bukit Kauman berinisial F. Ia enggan namanya dituliskan demi keselamatan dan dari ancaman para pelaku PETI.

Kepada ranahriau.com Rabu (17/5/2023) Ia mengungkapkan bahwa, lokasi tersebut sudah luluh lantak, bahkan nyaris tidak bisa digunakan untuk latihan Pacu Jalur, ulah aktivitas dompeng di areal Sungai kuantan.

" Memang betul-betul sudah merusak. Coba tengok kondisi daerah aliran sungai di Desa Kinali, Bukit Kauman, Pebaun Hilir dan Pebaun Hulu. Sementara areal tersebut merupakan lokasi latihan Pacu Jalur," ujar F.

Ia pun berharap kepada aparat kepolisian untuk dapat menindak tegas dalam penegakan hukum terkait UU pertambangan terhadap para pekerja maupun pemodal PETI.

" Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian dalam urusan ini. Bila perlu rakitnya dibakar, pekerja ditangkap sekaligus pemodalnya. Selama ini pemodal kan belum pernah kita dengar ada yang ditangkap," ucap F.

Ia pun mengapresiasi Kapolres Kuansing, AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK, MH yang dinilai serius untuk membasmi aktivitas PETI yang sudah puluhan tahun beroperasi di Kuansing.

" kami sangat mengapresiasi ketegasan Kapolres Kuansing yang baru ini. Selama pak AKBP Pangucap bertugas di Kuansing, sudah banyak pelaku PETI yang ditangkap. Cuma sayangnya pemodal tidak ada yang berhasil ditangkap. Kasihan lah kalau hanya pekerja yang ditangkap, sementara pemodal tidak," tutup F.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :