Petani Sejahtera Bila Produktivitas Kelapa di Inhil Dimaksimalkan Secara Merata

Petani Sejahtera Bila Produktivitas Kelapa di Inhil Dimaksimalkan Secara Merata

Poto saat Bupati Indragiri Hilir HM Wardan bersama anak-anak petani kelapa di negri hamparan kelapa dunia. (Sumber : Media Center Inhil 2023)

INDRAGIRI HILIR RANAHRIAU.COM- Petani kebun kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) percaya jika buah kelapa adalah sumber penghasilan yang potensial bagi Petani untuk bertahan hidup, apalagi jika ada kenaikan harga signifikan seperti yang diharapkan Petani.

Jika dikorelasikan dengan total luas Perkebunan Kelapa Nasional yang dirilis Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kemenpan RI) 2017 lalu yakni 3,3 juta hektare. Maka, bisa diketahui 11 persen dari total keseluruhan tersebut ada di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Kemudian jika 11 persennya dari 3,3 juta hektare, maka luas Perkebunan Kelapa masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir lebih kurang mencapai luas area 340 ribu hektare.

Dengan 341 ribu hektare kemudian dijadikan komoditi unggulan oleh Pemerintah secara serius, maka bukan hal mustahil jika kesejahteraan akan bisa dirasakan petani kelapa di Inhil secara nyata.

Tahun 2017 lalu para Petani Kelapa di Kabupaten Inhil pernah merasakan kesejahteraan seperti yang dimaksudkan, dengan tingginya harga kelapa kala itu banyak petani kerap kali terbantukan, terutama biaya untuk pendidikan dan menyusul pemenuhan kebutuhan setiap harinya.

Kala itu harga buah kelapa mencapai Rp.3.000 hingga Rp.3.500 untuk perbutir. Namun entah mengapa tidak bertahan lama, hingga 2023 harga kelapa kian jauh merosot dari apa yang diharapkan petani. Sehingga untuk memenuhi biaya pendidikan anak saja masih kurang apalagi kebutuhan lainnya. 

Hal itu diungkapkan Rahman (54 tahun) warga Desa Lahang Baru, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan baju lusuhnya, Rahman mengaku senang dengan adanya kenaikan harga kelapa pada 2017 yang lalu, dan kembali mengalami kesedihan dengan kondisi harga kelapa saat ini yakni tahun 2023.

"2017 kemarin itu bisa dibilang petani kelapa yang memiliki kebun sedikit ni ya cukup sejahtera. sekarang ini ya sedih, sebab harganya dibawah 2500 rupiah dan kadang bisa dibawah itu lagi," Ujar Rahman sambil nyolak (mengupas) kelapa saat ditemui wartawan.

Ayah dari 4 orang anak tersebut tampak lelah, bajunya sangat lusuh ketika telah dibasahi peluh, tiap hari disebutnya selalu ingin mengeluh, namun kembali semangat saat ia ingat ada keluarga yang harus diberi tangguh.

Dibawah terik matahari yang kian ganas menerangi Bima sakti, Rahman terus bekerja mengoyak kelapa agar cepat selesai. Sesekali berhenti untuk duduk dan minum air putih yang dibawanya dari rumah.

Kepada awak media, Rahman mengatakan bahwa buah kelapa merupakan sumber kehidupan bagi petani di Kabupaten Indragiri Hilir.

"Bagi kami buah kelapa sumber kehidupan, Saya bisa sekolahkan anak dari SD hingga Kuliah itu semua biaya hasil dari kerja sebagai petani buah kelapa, alhamdulillah terpenuhi dan semoga kedepannya harga kelapa semakin membaik lagi seperti 2017," Ucap Rahman.

Masih soal negri soal Negri Seribu Parit, dalam menjawab persoalan dan tantangan menjaga produktivitas buah kelapa di Inhil, mulai dari lahan kebun kelapa yang kurang produktif hingga rusak parah, Pemerintah di Inhil ternyata telah berupaya mencarikan solusinya sejak lama.

Seperti yang diungkapkan Bupati Indragiri Hilir HM.Wardan melalui pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Perkebunan Abdurrahman S.Pi.,M.Si pada malam temu ramah bersama peserta file trip Jurnalistik Riau dan pelaku usaha industri Kelapa PT Sambu Group dalam rangka puncak HPN 2023 tingkat Provinsi beberapa waktu lalu.

Dari data yang disampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Pertama luas area tahun 2022 kelapa dalam Inhil capai 303,556 hektare, kedua luas area kebun kelapa rusak berada diangka 63.092 hektare dan ketiga luas area untuk kelapa hibrida 38.404 hektare.

"Artinya, 67 persen penduduk di Inhil sebagai petani, dan kelapa merupakan komoditas yang paling banyak diusahakan. untuk estimasi produksi perkebunan kelapa rakyat dalam bentuk butiran mencapai 5,5 milyar perbutir pertahun," Kata Abdurrahman.

Disisi lain, Pemerintah juga telah berupaya membantu masyarakat dalam menjaga stabilitas produksi buah kelapa dari kebun petani. Bukan hal yang tidak mungkin jika produktivitas kelapa di Inhil dimaksimalkan oleh Pemerintah maka para petani Kelapa akan sejahtera.

Editor : Syaiful
Komentar Via Facebook :