Kesehatan Warga Terancam Akibat Gudang Barang Bekas di Desa Sitorajo Kari

Kesehatan Warga Terancam Akibat Gudang Barang Bekas di Desa Sitorajo Kari

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Untuk memastikan masyarakat agar tetap hidup sehat dan terhindar dari wabah penyakit, kebersihan lingkungan di sekitar pemukiman warga harus selalu diperhatikan, terlebih lagi di sekitar lingkungan sekolah.

Nah! Dengan adanya gudang barang bekas di tengah pemukiman warga, yang bertautan dengan gedung sekolah MDA di Desa Sitorajo Kari, menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kesehatan terutama anak-anak yang belajar sore di sekolah tersebut.

Salah seorang warga Desa Sitorajo Kari, Kecamatan Kuantan Tengah yang namanya diminta untuk diinisialkan EP mengatakan bahwa, keberadaan gudang tersebut dikhawatirkan akan mengundang wabah penyakit malaria terhadap anak-anak maupun orang dewasa. 

EP menerangkan, barang bekas tersebut berserakan di sekeliling gedung sekolah MDA, sehingga dapat menjadi sarang nyamuk.

" Setiap sore kecuali hari libur anak-anak MDA belajar di sekolah yang dikelilingi barang bekas. Barang bekas tersebut berserakan sehingga akan menjadi sarang nyamuk, dan akan berdampak pada kesehatan terutama anak-anak yang belajar di sekolah tersebut," ujar EP.

Lebih lanjut EP mengungkapkan, Selain dapat menjadi sarang nyamuk, kendaraan yang mengangkut barang-barang bekas juga terparkir di badan jalan, sehingga dapat mengganggu pengguna jalan.

" Truk yang mengangkut barang-barang bekas itu juga terparkir di badan jalan yang sempit, sehingga dapat mengganggu pengguna jalan," pungkas EP.

EP berharap, Pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekkan gudang barang bekas tersebut, yang tidak jauh dari Mesjid Sitorajo Kari.

Sementara itu, Pemilik gudang barang bekas tersebut Rio, ketika dikonfirmasi ranahriau.com Jum'at (03/03/2023) mengaku geli dengan bahasa warga yang menyebut barang-barang rongsokan miliknya sebagai pemicu banyaknya nyamuk.

" Kadang geli saya mendengar bahasa seperti itu. Barang saya itu kan ada di kebun karet. Dimana-mana kebun karet memang banyak nyamuk kok," kata Rio.

Rio mengaku, anak-anak MDA yang belajar disitu sering menaiki tumpukan barang rongsokan untuk mencari mainan.

"Setiap hari ada saja tuh anak-anak MDA mencari mainan di tumpukan barang rongsokan itu.  Dulu memang berdempetan dengan dinding sekolah, sekarang sudah sedikit berjarak dengan dinding sekolah," ucap Rio.

Pantauan wartawan di lapangan, Barang bekas tersebut terlihat berserakan begitu dekat dengan dinding sekolah, hanya dibatasi dengan pagar seng.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :