Blusukan ke Tengah Masyarakat
Warga Inhil Curhat ke Arif Eka Saputra
INHIL, RanahRiau.com - Mengawali masa kampanye Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Riau nomor urut 3, Arif Eka Saputra, S.Pi, melakukan silaturrahmi dan sosialisasi dengan warga di jalan Batang Tuaka, Tembilahan (13/12/23).
Dalam kesempatan itu Arif Eka Saputra bermaksud menyerap aspirasi masyarakat Inhil sekaligus mensosialisasikan peran serta fungsi DPD RI bagi masyarakat dan daerah.
"Sejatinya DPD itu juga wakil dari bapak-ibu yang akan membawa aspirasi untuk ditindaklanjuti ke pemerintah Pusat bahkan ada juga yang bisa kita selesaikan tingkat Daerah, tergantung kebutuhan dan kemampuan anggaran yang diperlukan untuk menjawab aspirasi bapak-ibu sekalian," kata Arif.
Dirinya juga menjelaskan kepada masyarakat tentang perbedaan posisi DPD dengan DPR maupun DPRD. Karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara jelas keberadaan DPD RI melalui kewenangan yang dimiliki.
Pada sesi tanya jawab, Ibu-Ibu curhat soal kelapa dan pinang yang kini jatuh merosot harganya. Mereka menjerit karena ini berakibat pada menurunnya berbagai kegiatan ekonomi lainnya bahkan mengakibatkan banyak pengangguran.
"Saat ini harga kelapa cuma 1000 per kilogram, amannya itu diharga 4000 per kilo gram. Kemudian harga pinang bulat mentah yang semula 5000-6000 per kilogram turun sampai 700 per kilogram," ujar seorang peserta yang hadir, Siti.
Terkait hal tersebut, menurut Arif Eka Saputra untuk menaikkan harga ada mekanisme pasar yang sulit diintervensi. Alternatif solusinya adalah menaikkan nilai kelapa dengan mengembangkan produk turunan.
"Misalnya program industri kelapa terpadu. Program ini bisa menaikkan nilai kelapa hingga 10 ribu rupiah per butir. Ini yang bisa kita perjuangkan kelak di Kementerian terkait, lewat jalur DPD RI," katanya.
Aspirasi lainya dari tokoh masyarakat, Suryadi, mengatakan masyarakat Inhil berharap keseriusan Pemerintah Pusat maupun Daerah, dalam hal menyelesaikan kemelut harga Kelapa, juga jalur distribusinya.
Mengingat saat ini di Inhil ada 2362 jumlah Parit dan 460rb ha kebun kelapa, bahkan termasuk Kabupaten dengan perkebunan kelapa terbesar di Indonesia.
"Kami ingin ada normalisasi parit-parit agar jalur distribusi tidak terhambat. Salah stu Kunci peningkatan produksi kelapa di Inhil adalah dengan melakukan normalisasi parit," jelas Suryadi.
Menanggapi hal itu, Arif Eka Saputra menjelaskan dalam mekanisme aspirasi yang dibawa DPD memiliki ruang yang luas kepada pemerintah pusat dan daerah.
"Komitmen saya agar UMKM Riau bergerak. Di bina usahanya, diperbaiki infrastrukturnya, diatur harga jual-beli nya, dan masih banyak ham yang sudah kita siapkan program berkaitan kelapa dan pinang di Inhil ini." Tutupnya. (Rls)


Komentar Via Facebook :