SMAS IT Mutiara Riau

Pembuatan Media Pembelajaran Kreatif Produktif Nested Model pada Konsep Harmonik sederhana

  Pembuatan Media Pembelajaran Kreatif Produktif Nested Model pada Konsep Harmonik sederhana

RANAHRIAU.COM- Indonesia merupakan negara yang mutu pendidikannya masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain bahkan sesama anggota negara ASEAN pun kualitas SDM bangsa Indonesia masuk dalam peringkat yang paling rendah. Hal ini terjadi karena pendidikan di Indonesia belum dapat berfungsi secara maksimal, ditandai pada kondisi pendidikan Indonesia berdasarkan Education Index yang dikeluarkan oleh Human Development Reports, pada 2017, Indonesia berada di posisi ketujuh di ASEAN dengan skor 0,622. Skor tertinggi diraih Singapura, yaitu sebesar 0,832. Pada tahun 2022 ini, Indonesia berada di peringkat 55 dari 73 negara dengan posisi Singapura masih menempati peringkat 19 dari 73 negara.

Idealnya pembelajaran kreatif produktif menurut Made Wena (2009:140) strategi pembelajaran kreatif produktif memiliki karakteristik antara lain adanya keterlibatan pesera didik secara intelektual dan emosional, peserta didik didorong untuk menemukan atau mengkonstruksi sendiri konsep yang sedang dikaji melalui penafsiran yang dilakukan dengan berbagai cara, peserta didik diberi kesempatan bertanggung jawab menyelesaikan tugas bersama dan pada dasarnya untuk menjadi kreatif seseorang harus bekerja keras dan antusias.

Dengan mengacu pada karakteristik tersebut, strategi pembelajaran kreatif produktif diasumsikan mampu memotivasi peserta didik baik intelektual maupun emosional dalam melaksanakan kegiatan belajar sehingga siswa merasa tertantang untuk menyelesaikannya secara kreatif.
       
Ilmu fisika secara umum masih menjadi mata pelajaran yang sangat sulit untuk dipahami oleh peserta didik. Pada zaman modern seperti sekarang ini, ilmu fisika sangat mendukung perkembangan teknologi, industri, komunikasi, termasuk kerekayasaan (engineering), kimia, biologi, kedokteran, dan lain-lain. Ilmu fisika dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai fenomena-fenomena yang menarik. Mengapa bumi dapat mengelilingi matahari? Bagaimana udara dapat menahan pesawat terbang yang berat? Mengapa langit tampak berwarna biru? Bagaimana siaran / tayangan TV dapat menjangkau tempat-tempat yang jauh? Mengapa sifat-sifat listrik sangat diperlukan dalam sistem komunikasi dan industri? Bagaimana peluru kendali dapat diarahkan ke sasaran yang letaknya sangat jauh, bahkan antar benua? Dan akhirnya, bagaimana pesawat dapat mendarat di bulan? Ini semua dipelajari dalam berbagai bidang ilmu fisika. Namun peserta didik tidak dapat melihat betapa menariknya ilmu fisika ini karena masih ada asumsi bahwasannya ilmu fisika hanya berupa rumus-rumus dan teori-teori yang tidak dapat secara langsung diterapkan dalam proses belajar mengajar sehingga minat belajar pada ilmu fisika menjadi rendah.


       
Oleh karena itu, penulis mencoba untuk mengembangkan metode-metode yang menarik dengan media pembelajaran aplikatif dalam materi Gelombang Mekanik yang penulis lihat pada www.nationalstemcentre.org.uk yang diunggah di youtube.com oleh National STEM Centre dengan judul Wave Machine Demonstration dan penulis mengarahkan peserta didik agar dapat mengaplikasikannya pada materi Gerak Harmonik Sederhana . Dari metode tersebut diharapkan peserta didik dapat lebih semangat mempelajari fisika dan menjadi lebih paham tentang ilmu fisika secara umum dan secara khusus pada konsep Gerak Harmonik Sederhana.
       
Menurut Prof. Dr. John Dewey pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan. Dalam konteks pendidikan, hampir semua aktivitas yang dilakukan adalah aktivitas belajar. Para Pakar psikologi saling berbeda dalam menjelaskan mengenai cara atau aktivitas belajar itu berlangsung. Akan tetapi dari beberapa penyelidikan dapat ditandai, bahwa belajar yang sukses selalu diikuti oleh kemajuan tertentu yang terbentuk dari pola pikir dan berbuat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar ialah untuk memperoleh kesuksesan dalam pengembangan potensi-potensi seseorang. Beberapa aspek psikologis aktivitas belajar itu misalnya: motivasi, penguasaan keterampilan dan ilmu pengetahuan, pengembangan kejiwaan dan seterusnya.

Gagne Briggs (dalam Arsyad, 2002:4), berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sesuatu alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pembelajaran. Media pembelajaran tersebut dapat berupa buku, tape recorder, kaset video, film, slide, foto, gambar, televisi, dan komputer, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah suatu alat yang dapat dilihat, didengar, dan diraba oleh panca indera manusia. Alat tersebut digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Manfaat media pembelajaran menurut Brown (1983:17) adalah “educational media of all types incresaingly important roles in enabling students to reap benefits from individualized learning”, semua jenis media pembelajaran akan terus meningkatkan peran untuk memungkinkan peserta didik memperoleh manfaat dari pembelajaran yang berbeda. Menggunakan media pembelajarn secara efektif, akan menciptakan suatu proses belajar mengajar yang optimal. Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat media pembelajaran dalam dunia pendidikan yaitu media pembelajaran dapat memperjelas pesan pembelajaran yang disampaikan oleh guru kepada peserta didik , media pembelajaran bermanfaat untuk membantu guru dalam mengatasi masalah dalam proses belajar mengajar dan membantu guru dalam meningkatkan stimulus kepada peserta didik sehingga respon peserta didik terhadap pelajaran menjadi baik. Pada konsep Gerak Harmonik Sederhana di pelajaran Fisika SMA, sering ditemukan peserta didik mengalami kesulitan memahami konsep dikarenakan hal yang abstrak. Oleh karena itu perlu seorang guru lebih kreatif untuk mendesain pembelajaran yang aktif, kreatif dan nantinya diharapkan melahirkan soft skill dan hard skill dari peserta didik yang dituangkan dalam pemahaman konsep yang benar dan keterampilan komprehensif.

       

Peserta didik yang duduk berkelompok diberikan pengarahan untuk membuat media interaktif produktif dari alat bahan yang telah disediakan (berupa stik es, isolatip, statif, stopwatch, gunting, penggaris, kamera, pemberat, pensil dan laptop) dan setelah media interaktif produktif menjadi produk, peserta didik melakukan pengambilan data untuk dua jenis gelombang, yaitu gelombang sinus dan cosinus, diminta memvariasikan nilai Amplitudo (simpangan terjauh) sebanyak tiga kali, yaitu 17 cm, 12 cm dan 7 cm sebanyak tiga kali pengambilan data untuk masing-masing nilai amplitudo. Satu kelompok pengerjaan percobaan ini sebanyak 4 orang yang mempunyai tugas masing-masing, yaitu pertama; sebagai pencatat waktu ketika gelombang merambat sampai ke ujung gelombang, ke-dua; sebagai penentu nilai simpangan dan yang melepaskan alat agar terbentuk gelombang (sinus dan cosinus), ke-tiga; penghitung banyak gelombang yang terjadi pada satu percobaan, ke-empat sebagai notulen dan perekam video percobaan agar nanti bisa dilihat kembali dalam bentuk slow motion sehingga data yang dihasilkan lebih akurat.


       
Pada saat media interaktif produktif telah diambil datanya, maka diharapkan peserta didik dapat menginterpretasikan hasil percobaan yang dilakukan perkelompok. Untuk nilai Amplitudo peserta didik menentukannya intervalnya masing-masing untuk gelombang sinus dan cosinus. Dari banyaknya gelombang yang didapat dan waktu yang diperlukan untuk sampai ke ujung media pembelajaran peserta didik SMAS IT Mutiara dapat menentukan nilai frekuensi dan persamaan gerak sesuai jenis gelombangnya masing-masing. Setelah dari persamaan gerak diperoleh kita dapat menghitung nilai cepat rambat gelombang yang dihasilkan.

Model pembelajaran ini sejalan dengan model pembelajaran terpadu tipe Nested yang artinya memadukan dari berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan pembelajaran atau bahasa lainnya sebagi pengintegrasian kurikulum dalam suatu disiplin ilmu yang secara khusus meletakkan fokus pengintegrasian pada sejumlah keterampilan belajar yang ingin dilatih oleh seorang guru kepada peserta didiknya dalam satu unit pembelajaran.

 

Penulis : Yelfi Rahmi (22175025) , Mahasiwa Magister Pendidikan Fisika Universitas Negeri Padang

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :