Musypimda Muhammadiyah Pekanbaru

Ketua Muhammadiyah Pekanbaru mengajak untuk patuh dan komitmen dengan aturan Persyarikatan

Ketua Muhammadiyah Pekanbaru mengajak untuk patuh dan komitmen dengan aturan Persyarikatan

PEKANBARU, RANAHRIAU. COM- Pemerintah Kota Pekanbaru mengajak seluruh warga pekanbaru khususnya warga Muhammadiyah kota Pekanbaru untuk selalu ikut serta membantu Pemerintah Kota dalam menyelesaikan segala permasalahan yang saat ini sering melanda dikota Pekanbaru. hal ini disampaikan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Syoffaizal, M.Si saat menyampaikan kata sambutannya dalam Agenda Musyawarah Pimpinan Tingkat Daerah Muhammadiyah ke 2 Kota Pekanbaru yang diselenggarakan di Wisma Kota Jalur, Sabtu (01/10/2022). 

''Dalam kesempatan ini kami mewakli Pemerintah Kota Pekanbaru mengucapkan selamat bermusyawarah kepada seluruh peserta, semoga dengan adanya penyelenggaraan musyawarah pada hari ini dapat membawa semangat dan harapan baru bagi umat islam khususnya warga muhammadiyah dikota pekanbaru untuk menyongsong hari esok yang lebih baik, selain itu juga dapat meningkatkan eksitensi muhammadiyah di kota Pekanbaru dengan slogan amar ma'ruf  Nahi munkar,'' ujarnya.

Ketua Pimpinan Muhammmadiyah Kota Pekanbaru, DR. Sutarmo dalam kata sambutannya menyampaikan dengan adanya momen penyelenggaraan musyawarah hari ini yang bertepatan dengan hari kesaktian pancasila memberikan pengajaran bahwa untuk melakukan sebuah perjuangan menuju kebaikan pasti membutuhkan pengorbanan yang sangat besar.

''Oleh karena itu setiap warga persyarikatan harus selalu mengupdate dan mengupgrade pengetahuan, agar tetap bisa komitmen dangan aturan dan ketetapan yang berlaku.

Lebih lanjut Sutarmo mengatakan didalam Pasal 35 Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah disebutkan  bahwa ada dua komponen yang harus dipatuhi oeh semua warga persyarikatan, aturan yang sifatnya mengatur yaitu anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, qoidah Persyarikatan, peraturan pimpinan pusat, ketentuan majelis tingkat pusat dan Pedoman Lembaga, ini semua wajib dipatuhi. Komponen kedua adalah ketetapan atau menetapkan oleh pimpinan, apabila sudah ada keputusan dan ketetapan maka harus dipatuhi tidak ada alasan lain, agar kita semua benar-benar patuh terhadap Persyarikatan,'' paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau yang diwakili oleh Prof. Nazir menyampaikan dasar dari segenap perbuatan dan sikap dalam bermuhammadiyah adalah keikhlasan dan keinginan untuk amar maruf nahi mungkar.

"Agenda yang dilakukan pada hari ini sebagai salahsatu bentuk evaluasi, ada beberapa anggota dan pimpinan yang tidak bisa mematuhi peraturan dan ketetapan yang telah berlaku. Pimpinan hanya satu," ungkapnya. 

Nazir juga menyebut arahan yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Muhammadiyah kota menjadi acuan dalam menjalankan roda persyarikatan, Muhammadiyah ini besar karena adanya sikap disiplin, karena semuanya menuntut kedisiplinan pribadi, adanya kita semua ini disini karena keinginan kita untuk ikhlas beramal karena Allah, harapan kita smua semoga musyawarah berlangsung dengan baik, menghasilkan keutusan yang berguna bagi Persyarikatan, "tegasnya. 

Musyawarah kali ini mengangkat tema "Tegakkan Ukhuwah menuju Muktamar 48 Surakarta" diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan daerah Muhammadiyah kota Pekanbaru, perwakilan dari majelis dan Lembaga serta Organisasi Otonom Muhammadiyah Kota Pekanbaru.

Selain dihadiri oleh para undangan. Musyawarah ini juga dihadiri oleh Ketua Muhammadiyah Riau yang diwakili Prof. Nazir serta unsur pemerintah Kota Pekanbaru yang diwakili oleh Asisten I Kota Pekanbaru. 

 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :