Ancam Tarik Aset, Eks Presma UNIKS Anjurkan Plt Bupati Belajar Justifikasi Lokalisir Permasalahan

Ancam Tarik Aset, Eks Presma UNIKS Anjurkan Plt Bupati Belajar Justifikasi Lokalisir Permasalahan

Mantan Presiden mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS) Boy Nopri Yarko Alkaren

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Rencana Plt bupati yang akan menarik aset-aset Pemda dari kampus Universitas Islam Kuantan Singingi (UNIKS), hingga kini masih menuai kecaman dari berbagai kalangan. Salah satunya mantan Presma UNIKS, Boy Nopri Yarko Alkaren.

Ancaman tersebut menurut Boy, sebetulnya itu bentuk kepanikan Plt Bupati Kuansing Drs H. Suhardiman Amby, yang tidak menjawab substansi persoalan yang digaungkan oleh aktivis HmI Kuansing.

"Ancaman menarik aset kampus, dan memutus hubungan kerjasama dengan pihak kampus adalah bentuk pembungkaman terhadap kritikan yang coba dibangun oleh mahasiswa. Dan itu lebih kepada retorika konyol," tegas Boy.

Boy menambahkan, Sebetulnya terkait penarikan aset yang dipinjam pakai kan oleh Pemda kepada kampus UNIKS dan pemutusan kerjasama antara Pemda dengan UNIKS itu adalah hak pemerintah daerah.

"Karena tujuan awal ketika saya menjabat presiden mahasiswa (Presma) UNIKS waktu itu, kerjasama dan peminjaman aset adalah untuk menunjang kemajuan pendidikan di kuansing," ujar Boy

Menurut Boy, kalaulah terjadi pemutusan sepihak dalam upaya untuk meredam suara-suara mahasiswa, itu adalah pembodohan berjamaah secara sistemik oleh pemerintah daerah kabupaten Kuantan Singingi.

"Daerah yang maju itu adalah daerah yang kepala daerah nya terbuka untuk dikritik dan menjalan kan amanah sesuai dengan porsi dan kebijakan nya di bawah undang undang," ujar Boy berapi-api.

Sementara aksi demo HmI kemaren itu membahas transparansi anggaran pacu jalur dan agar terciptanya perda pacu jalur, tidak melebar kemana mana. 

"Sepertinya Plt bupati harus belajar justifikasi lokalisir sebuah permasalahan," tutup Boy.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :