Ribuan Penonton Kena Prank, Cak Mus : Orang Datang dari Jauh Ingin Nonton Pacu Jalur, Bukan Parade
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Ribuan pengunjung dari berbagai daerah yang sejak pagi mulai memadati tribun penonton di sepanjang arena Pacu Jalur di tepian Narosa Teluk Kuantan, merasa kena Prank Panitia pada hari pertama, Ahad (21/8/2022).
Sebab, dikabarkan sebelumnya melalui sejumlah media online, bahwa Pacu Jalur yang dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, itu akan dilangsungkan sebanyak 20 kali hilir (berpacu) pada hari pertama.
Namun, sepertinya pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan panitia pelaksana, yang katanya untuk hilir pertama akan dilepas langsung oleh Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno.
Berdasarkan pantauan ranahriau.com di tribun Penonton, tepatnya di Hulu pancang awal, tidak sedikit penonton yang hadir pada hari pertama yang mengungkapkan rasa kekecewaannya. Sebab, mereka dari jauh-jauh menyempatkan diri hadir hanya untuk menyaksikan jalannya Pacu Jalur, namun gagal.
Terpantau ranahriau.com, sepertinya mata penonton masih tertuju pada jalur-jalur yang berlalu lalang hilir mudik di sepanjang sungai di arena Pacu Jalur Tepian Narosa, namun tak satupun yang terlihat berpacu. Padahal, hari sudah beranjak Sore, matahari pun sudah mulai meredup, tanda-tanda akan dilepasnya untuk hilir pertama oleh Menparekraf pun belum terlihat.
"Sudah jam lima sore nih, kok Pacu Jalur nya belum dimulai ya ?," Tanya salah seorang penonton yang datang jauh-jauh dari luar Kuansing untuk menyaksikan Pacu Jalur.
Namun, pertanyaan itu tak seorangpun yang bisa menjawab. Sebab, semua yang ada di sekitar tribun juga kelihatan heran dan bertanya-tanya kenapa Pacu Jalur belum juga kunjung dimulai.
Selain penonton, Tokoh muda asal Cerenti, Musliadi, S.Ag juga mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap Panpel terkait dengan pelaksanaan Pacu Jalur di Tepian Narosa Teluk Kuantan, tahun ini.
" Panitia pacu jalur tidak konsisten. Katanya akan pacu 20 kali hilir. Ternyata tidak ada. Asik di parade jalur yang tidak jelas asal usulnya," ungkap mantan Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi dengan nada kesal.
Dikatakan Musliadi yang akrab disapa Cak Mus, puluhan ribu orang datang termasuk dari luar Kuansing yang ingin menyaksikan pacu jalur dengan memanfaatkan momen hari libur pasti merasa kecewa karena pacu tidak jadi.
" Penonton pasti kecewa, mereka datang jauh-jauh ingin nonton Pacu Jalur, bukan parade. Jangan hilang acara wajib oleh acara yang tidak jelas asal usulnya," ulas Musliadi.
Agar rasa kecewa penonton tidak berulang, Musliadi kembali minta untuk menghilangkan parade jalur karena tidak ada dalam sejarah.
" Jangan membuat yang tidak ada sejak dulu," pungkasnya.
Sampai berita ini ditayangkan, Ketua Panitia Pelaksana Pacu Jalur 2022, Dedy Sambudi belum dimintai keterangannya terkait dengan batalnya pelaksanaan Pacu Jalur hari pertama.


Komentar Via Facebook :