Sosialisasi dan Pelatihan pembuatan varian Formulasi Serbuk Ajaib Penjernih Air Gambut bentuk Saset
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Masyarakat umum mengenal air gambut dari warna (kuning, coklat kehitaman bahkan kehitaman) dan berasa asam yang terdapat di lahan gambut. Air gambut yang berkualitas rendah tidak layak dijadikan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan domestik masyarakat daerah gambut, kegiatan perikanan (pembenihan dan budidaya ikan hias), dan aktivitas lain di lahan gambut. Oleh karena itu, perlu diolah.
Dengan teknik koagulasi dan flokulasi, air gambut secara sederhana dapat dijernihkan dengan menggunakan tawas (Al2(SO4)3 dan PAC (Poly Alumunium Chloride) dan kapur yang mudah ditemukan, tersedia di pasar dan toko bahan kimia dengan harga yang relatif murah. Penggunaan bahan-bahan telah dilakukan serangkaian riset di laboratorium dan lapangan untuk memperoleh dosis bahan yang tepat dan efektif bekerja pada rentang pH 2-6 dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan air gambut yang akan diolah oleh konsumen seperti 10L, 30L, 50L atau lainnya.
Kehadiran varian formulasi penjernih air gambut ini bersifat lebih ekonomis dari varian formulasi sebelumnya dan dapat membantu berbagai kegiatan bagi masyarakat daerah gambut, seperti: memasak nasi, mencuci pakaian, kegiatan camping/hiking di daerah gambut, pembenihan ikan, usaha aquascape yang sulit mencari air bersih dan jernih, dan sebagainya.
Aplikasi kedua varian formulasi seperti varian sebelumnya juga sangat mudah dan sederhana dengan cara menuangkan keseluruhan serbuk dalam kemasan saset yang disesuaikan dengan volume air gambut yang akan diolah dalam kemasan saset, dibiarkan 30 menit dan terjadi pemisahan air yang jernih dengan endapan di dasar wadah. Air jernih yang diperoleh sudah memenuhi baku mutu air bersih, tetapi tidak dapat diminum secara langsung atau harus dimasak terlebih dahulu, bahkan dapat dijadikan media kultur pakan alami (mikroalga) dan ikan.
Pengujian varian formulasi ini telah dilakukan pada sumber air gambut dari Kabupaten Kampar, Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir dan Pelalawan, bahkan dapat digunakan pada air sungai yang keruh. Dalam kegiatan pengabdian skema pengembangan kewirausahaan kepada masyarakat sasarannya saat ini adalah mahasiswa atau alumni Universitas Riau karena dapat membantu perekonomian mahasiswa yang masih dibayangi pandemi Covid-19.
Sosialisasi dan pelatihan Produksi Serbuk Ajaib Penjernih Air Gambut (SAJAG) dalam kemasan saset kepada masyarakat sasaran tersebut berlokasi di Jl. Merak Sakti Gang Hijrah Panam Kota Pekanbaru, Kamis (04/08/2022).
Sosialisasi dan pelatihan ini dihadiri oleh mahasiswa Universitas Riau dan dipandu langsung oleh Ketua Tim Pengabdian Dr. Budijono, S.Pi, M.Sc, Yudho Harjoyudanto, S.Si, M.Si, Rina D’rita Sibagariang, S.Pi, M.Sc dan Isma Mulyani, S.Pi, M.Si. Diharapkan setelah adanya sosialisasi dan pelatihan ini dapat memunculkan wirausahan muda Universitas Riau yang akan memproduksi SAJAG sebagai produk berbasis hasil riset dosen dan mahasiwa dan membantu perekonomian mahasiswa/alumni serta kebutuhan air bersih yang terbatas bagi masyarakat daerah gambut Provinsi Riau.


Komentar Via Facebook :