Tak Ikut Latihan Pacujalur, Kades Pulau Binjai Tahan Dana BLT DD

Tak Ikut Latihan Pacujalur, Kades Pulau Binjai Tahan Dana BLT DD

Ilustrasi

KUANSING, RANAHRIAU.COM - Pacujalur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau, ternyata memang sudah mendarah daging dalam diri masyarakat Kuansing, terutama masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai Batang Kuantan.

Tradisi peninggalan nenek moyang tersebut hingga kini masih terus dilestarikan dan berkembang sehingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Siapa sangka, untuk kelestarian tradisi pacujalur tersebut, oknum pemerintahan desa di Kuansing pun saat ini sudah mulai membuat aturan sendiri di desanya.

Seperti, aturan yang dibuat Kepala Desa Pulau Binjai Kecamatan Kuantan Mudik, Romi, yang saat ini tengah menunjukkan power nya sebagai seorang Kades dalam penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD), yang dikucurkan oleh pemerintah pusat kepada masyarakat.

Untuk menunjukkan power nya sebagai Kades, Romi telah menahan atau menunda penyaluran dana BLT-DD bagi masyarakat yang tidak mau ikut latihan Pacujalur atau kepada masyarakat yang tidak ada berkontribusi di desanya.

"Iya, dari 79 orang, Saat ini masih ada dua yang ditunda penyaluran dana BLT-DD nya. Karena, mereka tidak ada berkontribusi di desa. Nanti keduanya akan kami panggil untuk menanyakan seperti apa alasan mereka," ujar Romi.

Romi juga menambahkan, kedua masyarakat nya itu tidak ada kontribusi salah satunya tidak mau ikut latihan Pacujalur, sementara itu mereka berdomisili di Desa Pulau Binjai, namun mereka berpartisipasi di desa lain.

"Mereka berdomisili di Desa Pulau Binjai, ikut Latihan Pacujalur di Desa Kinali. Saat seperti ini lah kita gunakan Power kita sebagai Kepala desa," pungkas Romi.


MULAI BINGUNG DALAM PENGGALANGAN DANA JALUR

ROMI, selaku kepala desa sepertinya juga mulai bingung untuk melakukan penggalangan dana untuk menghadapi perhelatan Pacujalur yang sebentar lagi akan digelar di beberapa event.

Hal ini terungkap setelah ada salah seorang masyarakat Desa Pulau Binjai, yang tidak ingin dituliskan namanya, Selasa (26/7) malam, kepada ranahriau.com mengaku bahwa dari 900 ribu rupiah dana BLT-DD yang diterima, hanya 800 ribu rupiah yang ia bawa pulang.

"Ada pemotongan, dari 900 ribu menjadi 800 ribu rupiah. 100 ribu rupiah nya itu untuk jalur," ucap Narasumber ranahriau.com tersebut.

Tak menampik, Romi mengaku pada saat penyalurkan dana BLT-DD ia sempat menanyakan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tentang seperti apa solusi untuk mendapatkan dana jalur di desanya.

"Saya pernah minta solusi kepada KPM pada saat penyalurkan dana BLT-DD Jumat, kemarin terkait minimnya dana jalur. Ternyata, diantara mereka ada yang mau menyumbang 100 ribu rupiah dari 900 ribu rupiah yang ia terima. Akhirnya, masing-masing KPM menyumbang 100 ribu rupiah untuk kebutuhan jalur, sehingga terkumpul sebanyak Rp.7.700.000, dan telah diserahkan kepada pengurus jalur ," ulas Romi

kendati demikian, Romi menegaskan bahwa dana BLT DD yang mereka kumpulkan tersebut merupakan sumbangan, bukan berupa pemotongan.

"Perlu digarisbawahi ya, uang itu bukan dari pemotongan, tapi itu sumbangan atas persetujuan KPM. masing-masing 100 ribu rupiah. Maka terkumpul lah dana sebesar Rp.7.700.000, tanpa adanya intimidasi dari pihak Pemdes," tegas Romi.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :