Masyarakat Pulau Kopuang Sudah Krisis Kepercayaan Terhadap Aparat Setempat Dalam Penertiban PETI
Terlihat jelas 20 unit rakit PETI tengah beroperasi di sungai kuantan Desa Pulau Kopuang
KUANSING, RANAHRIAU.COM - Puluhan rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masih terlihat jelas berjejer dan beroperasi di sungai kuantan, tepatnya di belakang SD 003 Desa Pulau Kopuang Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau. Jumat (1/7/2022) siang.
Salah seorang tokoh masyarakat Pulau Kopuang, Putra (bukan nama asli) menyebut bahwa puluhan unit PETI yang beroperasi di desanya tersebut sudah seringkali diusir dari lokasi, namun beberapa hari setelahnya tetap saja kembali beroperasi.
"Sudah seringkali Pemerintah desa bersama masyarakat Pulau Kopuang, bahkan dari pihak kecamatan, termasuk juga guru-guru yang mengajar disini mengusir mereka. Namun kemudian satu atau dua hari setelah diusir mereka tetap kembali beroperasi," kata Putra.
Puluhan unit PETI tersebut kata Putra mulai beroperasi sejak pagi ketika murid-murid tengah asik belajar di sekolah, sampai malam hari sehingga masyarakat disekitar lokasi penambangan tidak bisa tidur nyenyak karena bisingnya suara puluhan mesin Dompeng.
"untuk hari ini ada sekitar 20 unit yang beroperasi. Lokasinya tidak jauh dari TK, PAUD, SD 003 dan SMP. Ini tentu sangat menggangu proses belajar mengajar, dan kenyamanan masyarakat," tulis Putra.
Putra mengaku, Ia bersama kawan-kawan sudah kehabisan akal bagaimana cara menghentikan penambangan emas ilegal di desanya, karena memang sudah sangat meresahkan masyarakat.
"Kami sudah kehabisan akal bagaimana cara menghentikannya. Mereka bekerja mulai dari pagi saat jam belajar, dan mengajar di sekolah berlangsung, sampai malam hari. Kalau malam hari masyarakat disekitar lokasi tidak bisa tidur nyenyak. Tapi, beberapa hari terakhir sudah jarang mereka kerja malam," ujar Putra menambahkan.
Selain itu, Putra juga menegaskan bahwa masyarakat Desa Pulau Kopuang saat ini sudah Krisis Kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk bisa melakukan pemberantasan aktivitas PETI di Pulau Kopuang.
"Intinya masyarakat Desa Pulau Kopuang sudah krisis kepercayan terhadap aparat kepolisian setempat untuk memberantas aktivitas PETI di Pulau Kopuang ini," ujar Putra, mengakhiri.


Komentar Via Facebook :