Musypimwil Muhammadiyah Riau rekomendasikan tolak Penundaan Pemilu 2024

Musypimwil Muhammadiyah Riau rekomendasikan tolak Penundaan Pemilu 2024

PEKANBARU, RANAHRIAU. COM- Dalam rangka memperkuat konsolidasi organisasi, menyongsong Muktamar Muhammadiyah tahun 2022 di Surakarta, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau melaksanakan Musyawarah Pimpinan Tingkat Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Riau yang diikuti 97 peserta dari Anggota PWM, Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah dan utusan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se Riau  secara Luring dan Daring, tanggal 19 Maret 2022, dengan agenda utama Sosialisasi Muktamar Muhammadiyah tahun 2022 dan Pengesahan beberapa kebijakan PWM Riau.

Musypimwil yang diikuti hampir 100 peserta/utusan pimpinan se-Riau, menyepakati 21 usulan/ Rekomendasi internal dan eksternal, antara lain terkait Wacana Penundaan Pemilu, kelangkaan Minyak goring, kelangkaan BBM Solar, kriminalisasi ulama, penistaan agama dll. Salah satu peserta Musypimwil utusan PDM Kota Pekanbaru Jon Hendri Hasan meminta Musypimwil dengan tegas menolak adanya wacana Penundaan Pemilu 2024.

Hal ini kemudian di pertegas lagi oleh Prof. Dr. HM. Nazir selaku Wakil Ketua PWM, “Muhammadiyah harus terdepan mengawal jalannya konstitusi negara, karena itu Persyarikatan Muhammadiyah melalui Pimpinan Pusat harus mengeluarkan pernyataan tegas untuk menolak wacana penundaan Pemilu 2024 atau perpanjangan masa jabatan / periodesasi presiden",ujarnya.

Ketua panitia H. Azwir Alimuddin menegaskan, hasil rekomendasi ini akan disampaikan kepada pihak terkait, dan khusus rekomendasi issu nasional seperti penolakan penundaan pemilu akan terus didengungkan  sampai di arena Mukatamar Muhammadiyah yang akan digelar tanggal 18-20 November 2022 mendatang”.


 

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :