Inflasi 0,81 Persen, Kopi Manis Picu Inflasi di Riau

Inflasi 0,81 Persen, Kopi Manis Picu Inflasi di Riau

PEKANBARU, RanahRiau.com - Ngopi bareng temen memang lagi tred. Selain bisa untuk ngomong bisnis, juga bisa untuk pergaulan.

Namun jangan salah, pada September 2016 lalu, kopi manis menjadi salah satu pemicu inflasi di Riau. Karena menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Aden Gultom Senin (3/10/16), selain kopi manis, beberapa komoditi yang memicu inflasi di Riau adalah cabe merah, minyak goreng, harga mobil, tarief pulsa ponsel, rokok kretek filter, buncis, upah tukang, angkutan udara dam lainnya.

"Sedangkan komoditas yang menahan inflasi adalah daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, gula psir, bayam, apel, kangkung, ayam hidup, jengkol dan biaya kuliah," terangnya. 

Aden Gultom mengatakan bahwa pada September 2016 lalu Riau mengalami inflasi. Inflasi di Riau pada September lalu mencapai 0,81 persen. 

Sementara, inflasi September 2016 terhadap Desember 2015, Riau mencapai 1,99 persen. Untuk kota Dumai mencapai 2,57 persen, Pekanbaru mencapai 1.89 persen dan Tembilahan mencapai 1,90 persen.

"Inflasi Riau pada September 2016 terjadi karena adanya kenaikan harga di lima kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok bahan makanan naik sebesar 2,22 persen. Kelompok transport. Komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,31 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,29 persen. Kelompok kesehatan 0,07 persen. Sedangkan 2 kelompok pengeluaran lainnya turun. Yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,14 persen dan kelompok sandang 0,01 persen," terang Aden. (Rtc)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :