Disparbudpora Bengkalis Akan Menggelar Festival Budaya dan Wisata Bahari di Pantai Indah Selatbaru
Kabid Pariwisata Disparbupora Bengkalis, Alwizar, SKM
BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) berupaya untuk memaksimalkan pemanfaatan sektor pariwisata. Disparbudpora Bengkalis akan menggelar Festival Budaya Bahari destinasi wisata Pantai Indah Selatbaru yang akan berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin - Selasa, 6-7 Desember 2021.
Di dalam festival ini digelar berbagai permainan rakyat, permainan tradisi yang biasa mengakar di masyarakat di daerah ini. Seperti Lomba Jong, Layang, Gasing, kemudian ada juga nanti persembahan orkestra Melayu, Reog, Barongsai.
"Ini sebuah pencerminan kebhinekaan yang ada di Kabupaten Bengkalis, agar generasi muda memahaminya dan mencintai negeri ini bahwa negeri kita kaya dengan budaya," kata Kepala Disparbupora Bengkalis, Edi Sakura melalui Kabid Pariwisata Alwizar, kepala sejumlah wartawan, Senin (29/11/2021).
Untuk tahun 2021 ini, kata Alwizar, festival Budaya Bahari destinasi Wisata Pantai Indah Selatbaru yang di dalam skedul awal dilaksanakan pada 1 dan 2 Desember 2021.Tetapi karena ada sesuatu dan lain hal maka diundur menjadi tanggal 6 dan 7 Desember, mengusung tema "Mencintai Tradisi Masyarakat Kabupaten Bengkalis Berjati Diri".
"Artinya, kemajuan zaman dan pengaruh globalisasi kita harapkan jangan sampai menggerus nilai-nilai budaya terutama bagi anak-anak generasi muda kita agar mereka menyadari memiliki jati diri, bahwa mereka adalah bangsa yang memiliki budaya yang sangat-sangat mulia," ungkap Kabid Pariwisata Alwizar.
Para peserta lomba layang, gasing, jung diungkapkan Alwizar telah melakukan beberapa kali rapat bersama dirinya untuk menfinalkannya dan sudah dicapai kesepakatan. Cuma untuk Layang dan Jung karena menyesuaikan dengan kondisi air pasang naik, mereka mungkin memulai lombanya beberapa hari lebih awal sebelum 6 Desember.
Pada 6 Desember 2021 tinggal finalnya saja, kalau gasing, Insya Allah tepat waktu. Sepertinya, persiapan karena dukungan partisipasi dari pratisi-pratisi penggiat-penggiat permainan rakyat kita memang antusias mereka tinggi.
"Alhamdulillah sampai hari ini lancar dan tidak ada kendala lagi Insya Allah, sampai tanggal 6 Desember nanti," do'a Alwizar pula.
Sesuai dengan arahan Bupati Bengkalis Ibu Kasmarni, bahwa 8 program prioritas beliau termasuk sektor pariwisata itu agar di optimalkan dalam rangka mendukung pendapatan asli daerah (PAD).
Oleh karena itu kita mulai melakukan pendataan, beberapa titik kita lakukan pembenahan untuk memperbaiki kualitas sarana prasarana di destinasi pariwisata, seperti misalnya di Pantai Selatbaru ada beberapa pembenahan misalnya pembuangan air di belakang mushola yang mengganggu estetika, pemandangan ini kita benahi, perbaiki salurannya, drainase.
"Kemudian, pendopo, arena panggung, kemudian Taman Margasatwa yang telah lama ditinggalkan serta tidak terurus dengan baik. Hari ini cuma ada 2 ekor buaya dan 1 kura-kura saja di dalamnya, tetapi tahun ini kita melakukan pembenahan dengan menambah sarangnya dulu nanti bulan Januari 2022 baru kita akan menambah lagi satwa, dan kita sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau," ujarnya lagi.
Saya sudah ke sana (taman satwa Selatbaru), sarang-sarang penangkaran yang lama masih ada beberapa yang bagus yang akan kita fungsikan dan hari ini kita bangun beberapa lagi sehingga pada Januari 2022 nanti kita berharap paling tidak sudah ada 5 jenis satwa di sana sebagai salah satu daya tarik.
Untuk pengembangan, terang Alwizar pula, Taman Suaka Marga Satwa Pantai Selat Baru jangka panjang memang kita sudah mengajukan proposal ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia untuk pengembangan berskala internasional meliputi zona Taman Margasatwa.
"Kemudian karena outbound keluarga, hutan botani kemudian arena berkuda indoor dan outdoor itu usulan yang kita ajukan sebesar 6.890 juta rupiah dan sudah ada lampu hijau dari pihak kementerian. Mudah-mudahan, tahun 2022 nanti dapat terealisasi," terang Alwi.
Kondisi MCK (mandi cuci kakus) saat ini sangat terbatas. Sesuai dengan ketentuannya di tempat-tempat umum ada hitung-hitungannya, setiap 100 orang pengunjung itu harus ada 1 MCK. Dari sisi kuantitas kita kurang, kualitas juga kita kurang oleh karena itu nanti supaya tidak menjadi kendala yang berarti kita minta petugas-petugas lapangan, UPT Pariwisata yang ada di Selat Baru untuk mengantisipasi hal ini.
Terkait masalah parkir, sebelum kita memberlakukan Perda nomor 9 tahun 2019 tentang Restribusi Jasa Usaha, tahun ini kita berkolaborasi dulu dengan pemuda tempatan bagaimana mengatur parkir ini, pertama dari sisi harga, kedua dari sisi ketertiban dan kenyamanan. Tahun depan itu kita harus memberlakukan Perda nomor 9 tahun 2019.
Karena itu termasuk dari pendapatan asli daerah termasuk karcis (tiket) masuk ke Pantai Selat Baru dengan mekanisme barangkali kami Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbupora) Kabupaten Bengkalis melakukan perjanjian kerjasama bersama BUMDes Desa Selatbaru.
"Nanti ada pola bagi hasil sesuai dengan kesepakatan itulah yang kita terapkan. BUMDes selaku pelaksana kemudian dari dana hasil pemungutan karcis masuk tadi dan parkir menjadi setoran ke kas daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bengkalis," bebernya.
"Ada beberapa titik fokus pengembangan destinasi wisata jangka pendek di Kabupaten Bengkalis yaitu meliputi pengembangan KSPM (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Pulau Rupat,di sini kita dorong Kementerian Pariwisata yang membiayainya.
"Alhamdulillah, dari kementrian sudah turun pada 1 dan 2 Oktober 2021 yang lalu melakukan survei awal. Kemudian juga Selatbaru, Pantai Destinasi Wisata Indah ini kita harapkan pintu masuk turis dari Melaka, Malaysia. Kita berharap turis yang masuk ke Kabupaten Bengkalis, Rupat dan Selatbaru itu adalah dari Melaka.
Kita berharap turis yang masuk ke Kabupaten Bengkalis, Rupat dan Selatbaru itu adalah dari Melaka. Oleh karena itu pembenahannya harus ada di sana. Iven-iven yang kita buat baik di Pantai Lapin, Rupat Utara maupun di Pantai Selat Baru ini bentuknya adalah mempromosi destinasi pariwisata di Kabupaten Bengkalis.
"Oleh karena itu, kepada warga masyarakat kita yang kami cintai, kota berharap ayo support, ayo datang beramai-ramai saksikan acara ini. Tetapi karena masih dalam suasana Covid-19, kami menghimbau tetap memakai protokol kesehatan, memakai masker dan jaga jarak dan jangan menumpuk," tutupnya.


Komentar Via Facebook :