Webinar Literasi Digital Kabupaten Indragiri Hulu Beri Pencerahan tentang

Belajar Digital Yang Mudah, Murah, Dan Aman

Belajar Digital Yang Mudah, Murah, Dan Aman

INDRAGIRI HULU, RANAHRIAU.COM - Rangkaian webinar literasi digital di Kabupaten Indragiri Hulu mulai bergulir. Pada Selasa, 10-08-2021 pukul Dua siang, telah dilangsungkan webinar bertajuk Belajar Digital Yang Mudah, Murah, Dan Aman.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan  kognitif-nya untuk  mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet. 

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen. 

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. "Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik," katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen Pelajar dan Mahasiswa dan sukses dihadiri ratusan peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para Narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni M Adhi Prasnowo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng, Mandeley Advisor Akademisi; Dian Ikha Pramayanti, S.Pt., M.S, Dosen dan Penulis; Sudarmono, M.Pd, Kepala SMPN 1 Sungai Lala Kab. Indarigiri Hulu; Yhudi Juliandra Dinata, S.I.Kom, Founder Digital Culture Institute. Pegiat media sosial yang juga pelaku Presenter TV One, @amaratih, bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula memberikan sambutannya secara daring, bupati Indragiri Hulu Rezita Meylani Yopi, SE.

Pada Sesi pertama, M Adhi Prasnowo, ST., MT., IPM., ASEAN Eng menjelaskan bahwa, di abad 21 ini kita harus menguasai keterampilan di bidang digital karena menurut Dramework 21-st Century Education yang dikembangkan oleh World Economic Forum (WEF), ada 16 keterampilan penting yang perlu disiapkan dan dimiliki agar dapat survive dan berhasil masa sekarang dan masa depan. Tahap pertama yang harus kita lakukan adalah pahami kompetensi. Kompetensi adalah keterampilan yang terkait dengan kemampuan menghadapi dan menangani tantangan kompleks yang di hadapi. Critical thinking/problem-solving adalah keterampilan berfikir kritis dan memecahkan masalah-masalah yang ada di hadapannya. Kreativitas, keterampilan menggunakan sudut pandang dan solusi baru untuk menyelesaikan tantangan.

Giliran pembicara kedua, Dian Ikha Pramayanti, S.Pt., M.S mengatakan bahwa, internet di 2020 menjadi banjir informasi dan di januari 2021 kemarin 73,7% orang di Indonesia menggunakan internet dan saya yakin akan bertambah karena saat ini masih masa pandemic, tantangan bagi pembelajar di dunia digital, teknis itu seperti sinyal atau perangkatnya, lalu ada karakter siswa bagaimanakah sikap mereka saat pembelajaran online jadi ini menjadi tantangan juga buat pendidik, komunikasi dan interaksi jadi materi yang diberikan akan susah masuk karena tidak ada pengawasan, pengaruh negatif pertangkat digital seperti kecanduan game, susah mengatur waktu, dan emosional tidak teratur.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Sudarmono, M.Pd menjabarkan, literasi digital itu mempuyai 4 pilar dan disetiap pilar mempunyai tema masing masing, digital ethics adalah kemampuan individu dalam menyadari, menyontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari. Mari berbahasa yang benar dan beretika di ruang digital, yang pertama ada cara penyampaian materi yang baik, menggunakan Bahasa yang baik saat belajar online, cara menyikapi prilaku saat pembelajaran online, karena penggunaan internet ini kebutuhan kita sehari-hari jadi bagaimanakah cara kita memanfaatkannya dengan baik.

Pembicara keempat, Yhudi Juliandra Dinata, S.I.Kom menegaskan, bangun masyarakat digital berbudaya indonesia saat ini orang hebat adalah orang yang dapat beradaptasi di era ini, saat ini banyak budaya baru yang muncul dan ini dapat merubah kita dari hal kecil, dan banyak hal baru yang bisa kita arahkan ke hal positif jadi jangan sampai teknologi menguasai kita. Apa itu budaya digital? Budaya digital merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir (mindset) agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital. Budaya digital atau digital culture sudah menjadi tatanan kehidupan baru masyarakat. Hal ini juga memengaruhi gaya interaksi mereka sehingga menimbulkan kebiasaan baru, seperti menggunakan media sosial.

@amaratih sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan sekarang ini di era teknologi sangat mempermudah contohnya seperti membaca, yang dahulu kita keperpustakaan sekarang kita bisa melihat di hp dan juga banyak hal lain yang mempermudah kita, jadi sayang banget kalu tidak dimanfaatkan dengan baik, dan juga kita harus lebih produktif lagi. Dan juga pembelajaran online ini menjadi tantangan juga karena tidak semua daerah mendapat fasilitas yang sama seperti sinyal dan perangkat dan lain-lain, dan manfaat dari webinar seperti ini sangat banyak karena ada narasumber yang memberikan ilmunya.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Elisabeth fransisca, seorang pelajar, menanyakan bagaimana cara kita mengedukasi anak kita yang kecanduan game dan solusi apa yang bisa diberikan?

Dan dijawab oleh Yhudi Juliandra Dinata, S.I.Kom, kita juga perlu tau klasifikasi usia untuk mengakses hal seperti itu dan kita harus pahami pola permainanya, kita juga perlu membatasi pola permainan mereka juga, dan juga pembatasan dengan penggunaan gadget, lalu saat anak menggunakan gadget harus dengan pengawasan dan juga kita harus memberi reward jika mereka mematuhi dan konsekuensi jika mereka melanggar dan juga komunikasi yang baik dengan anak.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian 17 kali webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Indragiri Hulu. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.

 

 

Editor : Muhammad Saleh
Sumber : Realese
Komentar Via Facebook :