Antisipasi Berita Hoax dan Hate Speech, Dit Intelkam Polda Riau taja Forum Group Discussion
PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Polda Riau melalui Bidang DIT INTELKAM Polda Riau berkerjasama dengan mitra gelar Forum Group Discussion (FGD) dalam rangka "Antisipasi Berita Hoax dan Hate Speech" menjelang Pelaksanaan Tahapan Pemilu dan Pilkada yang digelar di Room Makyong Grand Elite Hotel Pekanbaru, Kamis (30/09/2021).
Dalam FGD diskusi ini panitia mengundang beberapa Narasumber yang mumpuni dibidangnya diantaranya : Kasubdit Politik Ditintelkam Polda Riau (AKBP. Bainar, SH, MH), Komisioner KPU Provinsi Riau (Nugroho Notosusanto, S.IP, M.Si), dan Perwakilan dari Aliansi Jurnalis Independen (Dina Febriastuti, S.IP).
Materi pertama disampaikan oleh Komisioner KPU Riau, dalam paparannya Nugroho Notosusanto yang akrab dipanggil Nugi ini menjelaskan tentang trend generasi muda sekarang dalam menggunakan media sosial yag rentan terhadap informasi hoax, informasi hoak adalah informasi tidak benar yang bertujuan untuk membentuk opini dan pandangan publik terhadap sesuatu hal.
lebih lanjut nugi mengatakan salah satu penulis dalam buku karangannya,menyebutkan bahwa di era digitalisasi ini, terjadi pergeseran. ''Orang tidak lagi berorientasi pada kebenaran. Tetapi sudah beralih pada pembenaran," terangnya.
untuk Materi kedua disampaikan oleh Dina Febriastuti dari Perwakilan AJI, dalam pemaparannya kepada peserta diskusi agar berhati-hati dalam penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya. “Berita bohong biasanya bersifat provokatif. Oleh karena itu cermati dulu kebenaran berita tersebut, cermati juga alamat situs yang dibagikan. Jangan sampai membagikan berita dari situs yang belum terverifikasi,” pesan Dina.
Ditambahkan Dina, masyarakat harus aktif memeriksa fakta dari berita yang dibagikan. Selain itu perhatikan juga keberimbangan berita tersebut. Jika hanya satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran berita secara utuh. Dina juga berpesan agar masyarakat segera melapor jika ada berita bohong (hoax) yang beredar di sosial media. Bila perlu bergabung dalam grup diskusi masyarakat anti-hoax.
Sedangkan untuk Materi ketiga disampaikan oleh AKBP. Bainar, SH, MH seputar Intelijen di Indonesia, “Kita mengetahui bahwa ‘dalam beberapa bulan kedepan kita semua sebagai masyarakat akan ikut berpartisipasi dalam Pemilu dan pilkada”, ujarnya.
Dikatakan, menjelang Pilkada memang merupakan fase yang rawan terkait dengan beredarnya berita -berita bohong atau Hoax. “Terlebih saat ini berita Hoax dapat dengan mudah viral lewat broadcast yang dikirimkan melaiui medsos maupun apiikasi percakapan seperti whatsapp dan medsos lainnya”, paparnya.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh peserta agar selalu waspada dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya lewat medsos, terlebih bagi mereka yang hampir dipastikan semua memiliki akun media sosial.“Saya tentu menghimbau kepada para peserta untuk waspada dan tidak mudah menyebarkan informasi lewat medsos terkait hal- hal yang masih belum jelas dan pasti kebenarannya”. Pesannya.


Komentar Via Facebook :