Chevron di Gugat Terkait Sengketa Lahan di Dua Kecamatan, Ini Hasil Putusan PN Bengkalis

Chevron di Gugat Terkait Sengketa Lahan di Dua Kecamatan, Ini Hasil Putusan PN Bengkalis

Asdatun Kejati Riau Dzakiyul Fikri, SH, MH, (tengah) didampingi Kajari Bengkalis Rahmat Budiman, T, SH, M.Kn (kiri) dan Kasi Datun Kejari Bengkalis Agis Sahputra, SH (kanan)

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Terkait sengketa lahan di wilayah Kecamatan Bathin Solapan dan Kecamatan Mandau yang sudah lama berjalan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menggelar konferensi Pers hasil putusan sidang perdata oleh pengadilan Negeri Bengkalis terkait sengketa lahan, Rabu (22/9/2021).

Dalam press release dipimpin Asdatun Kejati Riau Dzakiyul Fikri, SH, MH, didampingi Kajari Bengkalis Rahmat Budiman, T, SH,M.Kn dan Kasi Datun Kejari Bengkalis Agis Sahputra, SH

Dalam kasus sidang perdata tersebut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau memberikan kuasa subsitusi kepada sembilan jaksa pengacara negara untuk mewakili negara atau pemerintah. Gugatan ini, Presiden Republik Indonesia ikut digugat oleh penggugat sebagai tergugat II, dan tergugat I pihak Chevron.

Kami menerima SK Substitusi mewakili pihak negara atau pemerintah (Presiden-RI, red) untuk melaksanakan acara perdata dengan berkaloborasi antara Kejaksaan Negeri Bengkalis dan Kejaksaan Tinggi Riau. 

"Ada gugatan II terhadap orang nomor 1 di Indonesia (Presiden) terkait persoalan lahan. Soal adanya gugatan tersebut, kita harus profesional dan objektif, kita juga melakukan analisis," Sebut Asdatun Kejati Riau Dzakiyul Fikri ke sejumlah wartawan.

Untuk proses gugatan berjalan dengan baik. Alhamdulillah, putusan seluruh gugatan ditolak. Menurut hakim dari hasil sidang berjalan kurang profesional dan tidak bisa di pertimbangkan sebagai materi gugatan," ungkap Asdatun Kejati Riau Dzakiyul Fikri.

Mewakili Kejati Riau, katanya juga memberikan apresiasi kepada Kajari Bengkalis dan jajaran, terhadap perkara tersebut yang sudah tuntas ditahap awal. Tetapi, masih ada upaya tahap banding ataupun tidak banding.

"Nanti kita tunggu batas waktu bandingnya habis apakah ada banding atau tidak dari penggugat, kalau memang tidak ada nanti kami laporkan ke RI I (Presiden) melalui pak Kajati dan pak Kajagung. bahwa perkara di Bengkalis sudah selesai," jelasnya lagi.

Sementara, Kasi Datun Kejari Bengkalis Agis Sahputra, SH, menerangkan bahwa perkara tersebut mulainya dari tahun 2020 silam. Namun dengan berjalannya waktu sidang ditahun 2021.

"Kami juga sudah menjalankan sidang ditempat, pertama kali sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, dan kedua sidang di tempat. Dimana, lokasi Chevron perbatasan antara Bathin Solapan dan Mandau," ujar Kasi Datun Kejari Bengkalis Agis Sahputra.

Saat itu, sidang ditempat bersama Hakim dan teman-teman penggugat dan tergugat, perkara ini sudah berjalan lama. Akhirnya hari Senin kemaren sudah ada putusan dari hakim.

Kami juga sudah membuat kesimpulan untuk menolak gugatan penggugat seluruhnya atau setidak tidaknya menyatakan gugatan penggugat tidak dapat di terima. 

"Dan pada senin kemaren, hakim mengabulkan itu, dibunyikan dalam pokok perkara menolak gugatan penggugat seluruhnya," kata Agis mengakhiri.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :