Komitmen KPU Pelalawan untuk Fokus Melaksanakan Tahapan Pemilu 2024

Komitmen KPU Pelalawan untuk Fokus Melaksanakan Tahapan Pemilu 2024

PELALAWAN, RANAHRIAU.COM - Ketua Komisi pemilihan umum KPU Pelalawan Wan kardiawandi memastikan belum bersikap atas revisi Undang-undang pemilihan umum.

Baginya ada yang lebih urgent untuk dibahas, pelaksanaan pemilihan anggota legislatif (Pileg) serta pemilihan presiden (Pilpres) secara serentak.

"Berkaca dari pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2019 silam, model pelaksanaan pemilu secara serentak Pileg dan Pilpres, membuat ratusan panitia penyelenggara pemilu kelelahan," ungkapnya, kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).

Ketua KPU Pelalawan juga menyampaikan, masa jabatan KPU Pelalawan akan berakhir bulan Februari pada tahun 2024 pada saat tahapan Pemilu tahun 2024 sedang berlangsung. 

"Namun seluruh Komisioner berkomitmen untuk menyelenggarakan Pemilu secara profesional dan proporsional agar pemilu berjalan lancar," jelasnya.

Fokus pelaksanaan pemilihan Umun Pilkada Serentak saat masa Covid. Hal ini merupakan penyesuaian atas kondisi akibat pandemi Covid-19.

Menetapkan standar protokol keselamatan (prokes) dan kesehatan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Ketua KPU Pelalawan  menyebutkan standar protokol keselamatan tersebut dibahas dengan berbagai pihak yaitu Bawaslu, KPU, Gugus Tugas, dan Menteri Kesehatan.

Standar yang dibahas misalnya, apa saja yang diperlukan dalam TPS dan apa yang diperlukan untuk menghindari tertularnya Covid-19. Lanjut dia, pemetaan sebaran Covid-19 di daerah yang melaksanakan Pilkada.

"Daerah- daerah mana yang termasuk zona kuning, hijau merah, bahkan zona hitam itu harus bisa dipetakan hingga akhir masa pandemik Covid ini," ungkapnya.

Lalu, pemetaan regulasi baru yang dibutuhkan dalam pelaksanaan Pilkada pada masa Covid   pihaknya telah menyusun dalam surat edaran. Contohnya, soal penanganan pelanggaran saat Covid-19 ini bisa menggunakan video conference saat melakukan klarifikasi.

Sidang putusan sengketa (juga) bisa melalui video conference kecuali tahapan pembuktian," 
yang kembali akan disusun sesuai dengan instrument Covid-19. 

"Sebelumnya, kami telah menyusun di pilkada 2020 datanya diambil dari perspektif dari tahun 2019. Namun karena ada Covid-19, maka ada pembaharuan data," tutupnya.

Editor : Eriz
Sumber : rilis
Komentar Via Facebook :