Kajari Kuansing Mengindikasikan Adanya Dugaan Praktik Korupsi Dana BST. Dengan Modus Salah Sasaran

Kajari Kuansing Mengindikasikan Adanya Dugaan Praktik Korupsi Dana BST. Dengan Modus Salah Sasaran

Ilustrasi penyaluran dana BST

TELUK KUANTAN, RANAHRIAU.COM - Kejaksaan Negeri Kabupaten Kuantan Singingi, Riau mengindikasikan kasus dugaan penyelewengan bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak pandemi COVID-19. Bahkan ada ASN yang menerima bansos tersebut.

"Kami Masih Menunggu Laporan Resmi Dari Masyarakat Terkait Adanya Dugaan Praktik Korupsi dengan Modus Salah Sasaran Pemberian BST. Bahkan terindikasi data ganda dan ASN sebagai penerima bansos tersebut," Ucap Kajari Kepada ranahRiau.com Sabtu (10/7/2021) di teluk kuantan.

Hadiman menambahkan, supaya Kuansing lebih baik, praktik korupsi harus disetop, dan semua pihak harus mendukung program tersebut. Tujuannya tidak lain agar pembangunan daerah lebih optimal.

Hadiman menegaskan, penggunaan anggaran harus sesuai aturan dan tepat sasaran, termasuk dalam kegiatan memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

"Kami dalam memberantas praktik korupsi tidak pandang bulu. Jika ada laporan akan ditindaklanjuti," ujar Hadiman.

Seperti diketahui, penerima BST dari APBD Kuansing dan Bankeu Tahun 2021 menyisakan sejumlah masalah.

Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Riau, ditemukan bahwa penyaluran BST Kuansing tidak tepat sasaran. Akibatnya puluhan orang yang terlanjur menerima diminta segera mengembalikannya.

Editor : Eki Maidedi
Komentar Via Facebook :