Temuan Limbah Perusahaan, Ketua IPMTR : Jika tidak mau taat hukum cabut aja izin operasionalnya

Temuan Limbah Perusahaan, Ketua IPMTR : Jika tidak mau taat hukum cabut aja izin operasionalnya

TAPUNG, RANAHRIAU.COM- Nelayan di Desa Sei Agung Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menemukan limbah Perusahaan mengalir ke Sungai Tapung. Senin, (17/05/2021).

Akibat dari menyebarluasnya limbah dikawasan sungai menyebabkan banyaknya ikan yang mati. Bukan hanya itu, pembuangan limbah sembarangan juga menyebabkan bau dan tercemarnya  lingkungan disekitaran Sungai. Setelah dikonfirmasi dari masyarakat sekitar, limbah berasal dari salah satu perusahaan kelapa sawit yang berada disana yaitu PT. Padasa Enam Utama.

Hal ini akan sangat berdampak buruk bagi masyarakat sekitar dikarenakan pendapatan utama dari masyarakat sekitar adalah nelayan.

Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Hal ini juga tercantum dalam berbagai bentuk peraturan, antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan.

Bahkan dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 05 Tahun 2012 Tentang Jenis Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup , sudah sangat jelas tidak memperbolehkan pembuangan limbah sembarangan, karena berdampak buruk buat masyarakat sekitar.

Muhammad Yandra selaku Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Tapung Raya (IPMTR) menyampaikan secara tegas bahwa hal-hal seperti ini sangat membawa dampak buruk bagi masyarakat, terlebih lagi pemerintah seharusnya bertindak tegas dalam menyikapi kejadian ini. Dan benar-benar harus di proses secara hukum tutur dia.

Selain itu, Wakil Ketua Umum IPMTR juga ikut menyampaikan pendapatnya. Kasihan masyarakat sekitar mencium aroma bau setiap hari, belum lagi ekosistemnya yang pada mati, ini sangat miris sekali. “Saya sampaikan bahwa kita ini adalah negara hukum, harus menaati hukum, jika tidak mau menaati hukum cabut saja izin operasionalnya. Kita memang harus tegas dan harus di tindak lanjuti,” tutup dia.

“Saya berharap dengan kejadian ini tidak ada lagi Perusahaan lainnya yang mengikuti jejak ini, ini akan menjadi sebuah pembelajaran untuk semuanya,” tutup Yandra.

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :