Yhovizar, SH: Perwakilan Pemuda Pembaharuan Riau, Dukung Kejari Bengkalis Ungkap Dugaan Korupsi KONI
BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Dukungan serta apresiasi atas keseriusan Kejari Bengkalis beserta Penyidik Pidana Khususnya dalam upaya mengungkap dugaan tindak pidana korupsi anggaran hibah KONI Bengkalis tahun 2019, terus mendapat dukungan dari simpul publik. kali ini datang dari Forum Perwakilan Pemuda Pembaharuan Provinsi Riau.
Yhovizar, SH, salah seorang dari perwakilan forum komunitas Provinsi Riau yang memberikan dukungan atas upaya keras Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkalis dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penegakan hukum untuk tindak pidana korupsi pada regional wilayah kerjanya.
"Dikatakan Yopi, sapaan akrapnya, kita sangat memahami keterbatasan penyidik di lingkungan Kejari Bengkalis. Namun, menurutnya tidak juga sebaiknya menjadi kendala dalam penuntasan perkara hibah yang dimaksud, begitu halnya dengan perkara tindak pidana korupsi lainnya. Sebagai komponen pemuda, kami sangat memaklumi sekali, tetapi juga wajib dituntaskan apalagi kasusnya sudah tidak lagi menjadi rahasia umum," terang Yhovizar kepada Wartawan, Kamis (20/5/2021).
Kasus dugaan korupsi dana hibah koni Bengkalis ini menurut yopi cukup santer, makanya tidak sedikit pula publik yang berharap agar kasusnya bisa menjadi terang.
"Dengan begitu, masyarakat pun dapat mengetahui bahwa kebenaran itu masih bisa di kedepankan. Ini penting katanya lagi supaya semua pihak tidak salah tafsir," jelasnya.
Menurut Yopi, siapa saja bagi semua pihak yang turut menikmati terlibat dalam dugaan penyelewengan anggaran hibah KONI Bengkalis harus diperlakukan sama. Ketegasan hukum akan hal ini juga merupakan bentuk pemberian efek jera jika saja memang dapat dibuktikan secara benar ikut serta bersama-sama.
"Harapannya untuk mengisi keterbatasan personil agar dapat menjadi lebih totalitas di dalam upaya pengungkapan penyidikan perlu kiranya mendapat perhatian dan dukungan dari Bapak Kajati Riau Dr.Jaja Subagja.SH.MH. Misalkan saja dalam bentuk dukungan penuh agar Kajari Nanik Kushartanti.SH.MH beserta penyidik bisa lebih fokus dan tuntas sesegera mungkin dalam menangani perkaranya," sebut Yopi seorang putra kelahiran asli Bengkalis Island.
Tentunya, sambung Yopi, hal ini selaras dengan semangat yang sedang di gaungkan oleh Jaksa Agung Bapak Dr.Burhanuddin.SH.MH, apalagi hingga saat ini secara pencitraan beliau begitu keras menyuarakan semangat melawan korupsi dan perintahnya setiap jaksa harus bisa mengungkap perkara.
"Sekaligus itu semestinya menjadi sepirit yang harus bisa dianulir oleh semua tingkatan dibawah," bebernya.
"Lanjutnya, kenapa semua pihak memberikan reaksi dengan kasus dugaan penyimpangan dana hibah koni Bengkalis dan lagi ini bukan hanya menyangkut nama baik terhadap kinerja Kejaksaan saja, melainkan juga penyelamatan atas penggunaan uang Negara," tegasnya.
Bukan cuma itu, tambahnya, Yopi juga berharap dengan terbentangnya kasus ini semoga saja menjadi cerminan agar kedepannya nanti hal serupa tidak lagi terulang, ditambah lagi KONI beserta pengurus cabang olahraga yang ada sebagai lembaga kompeten dalam melakukan pengembangan bagi potensi-potensi insan olahraga yang berprestasi.
Masih Yopi, sangat disayangkan bila tidak ditangani dengan baik, terutama dari sisi pendistribusian pembinaannya, jangan karena kepentingan pengurus yang tidak jelas maka hasrat dan semangat kader-kader olahraga prestasi terkorbankan, jelas salah besar sebutnya dan kasus yang tengah bergulir sekarang dapat dibilang catatan buruk yang memalukan.
"Sembari mengakhiri Yopi juga berpesan, KONI bukan sebagai wadah politik dan berapiliasi dengan warna politik manapun, ini murni dunia olahraga prestasi yang menjunjung sportifitas. Keberadaannya juga dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk perwujudan ekspo daerah serta dapat menjadi pemersatu bagi semangat dalam berbagai hal positif yang erat kaitannya dengan kemajuan daerah," tutup Yopi mantan Atlet Tarung Derajat.


Komentar Via Facebook :