Buntut Unjuk Aksi GEMPURA, Dibalas Dengan Mendatangi Rumah Kediaman Oleh KONI Bengkalis

Buntut Unjuk Aksi GEMPURA, Dibalas Dengan Mendatangi Rumah Kediaman Oleh KONI Bengkalis

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Pada hari Senin 12 April 2021 lalu, sejumlah pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan GEMPURA melakukan aksi demonstrasi mendatangi kantor Bupati dan kantor Kejaksaan Negeri Bengkalis, untuk menyampaikan aspirasi. 

Aksi itupun diterima baik oleh Pemerintah Daerah sendiri maupun juga pihak Kejaksaan Negeri demi Konstitusional.

Namun berbeda halnya dengan salah satu badan publik KONI Bengkalis, yang terkesan seperti merasa kebakaran jenggot akibat aksi tersebut, apalagi memang didalam aksi pemuda dan mahasiswa itu aspirasinya tertuang tuntutan-tuntutan terkait permasalahan yang tengah dialami KONI sendiri.

Bukan rahasia umum, belakangan ini KONI berserta Cabang Olahraga (Cabor) dibawahnya memang sedang menghadapi permasalahan hukum, terkait penggunaan dana hibah yang mereka terima. Ditambah lagi dengan pernyataan dari Kajari Bengkalis yang sebelumnya pernah mengatakan, adanya ditemukan kerugian Negara, yang hingga akhirnya memicu reaksi para simpul sosial anti korupsi memberikan reaksi fungsi kontrolnya.

Terlebihnya sangat disayangkan, dari pihak KONI sendiri yang tidak dapat memandang atas berbagai reaksi publik itu sebagai sebuah evaluasi dan introspeksi. Malah sebaliknya, menunjukkan reaksi arogansi dengan menyurati Kapolres Bengkalis, Kepala Desa Pasiran dan juga orang tua (ortu) dari Kordinator Umum (Kordum) GEMPURA yang melakukan aksi waktu itu, surat yang dikirim KONI berprihal silaturahmi dan aksi.

Dapat dikatakan hal yang aneh, hampir sebahagian besar publik tidak menaruh simpatik dengan aksi yang dilakukan KONI mendatangi kediaman pribadi orang tua dari Kordum GEMPURA pada Kamis sore hari (15/4/2021) yang lalu. 

Sopian salah seorang masyarakat Kecamatan Bantan, menilai perbuatan KONI Bengkalis sangat tidak pantas, apalagi yang mereka datangi itu rumah pribadi pemukiman penduduk jelas sangat mengganggu dan mengusik kenyamanan masyarakat banyak.

Dengan kejadian hari Kamis itu, Sopian berharap, kasus hukum KONI yang sedang berproses agar secepatnya mendapatkan kejelasan dari pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bengkalis supaya semuanya menjadi terang.

"Dan lagi, kejelasan hukum dari pihak Kejari Bengkalis sangat penting, sambung Sopian, mengingat ada dugaan kegaduhan-kegaduhan yang terus muncul bermuara dari kasus hukum yang sedang ditangani penyidik Kejari dan kita tak ingin situasi semakin keruh," sebutnya.

Sementara, Kordum GEMPURA sendiri Odi Juhaniadi ditemui wartawan dikediamannya mengatakan, secara tidak langsung mereka merasa di intimidasi dan teror karena sudah memasuki wilayah privasi kediamannya.

"Aksi itu dianggap berlebihan, mengganggu kenyamanan masyarakat juga, saat ini kami pun sedang coba konsultasi dengan pihak berkompeten atas aksi KONI saat itu. Apakah ada unsur pelanggaran hak dan hukumnya," terang Odi mengakhiri.

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :