Cerita Lucu Bangun Literasi Keuangan, Bengong di Bank sampai ATM Ajaib

Cerita Lucu Bangun Literasi Keuangan, Bengong di Bank sampai ATM Ajaib

NGANTANG, RANAHRIAU.COM- Literasi Keuangan jadi PR tersendiri bagi pemerintah khususnya diterapkan di masyarakat pelosok. Salah satunya masyarakat petani kentang di Ngantang, Kabupaten Malang. Sebab tidak mudah untuk mengganti kebiasaan menyimpan uang di rumah bahkan mengenalkan ATM kepada mereka.

Hingga akhirnya, 3 tahun lalu Bank BRI datang dan bekerja sama dengan Gapoktan Gemah Ripah agar petani bisa mengelola keuangannya dengan baik melalui bank. Ratusan petani yang menghasilkan puluhan hingga ratusan juta dari panen kentang didorong untuk menyimpan uangnya di bank agar aman. "Kalau panen nggak kelonin uang mereka nggak ngerasa panen. Ketika dapat Rp 100 juta dia bingung taruhnya, mau ke pasar dia khawatir, malam juga takut ada yang datang. Awalnya di sini kalau panen nggak megang duit itu image-nya kayak gak panen, lalu image-nya kita geser ini sudah tahun ke-3 mereka nggak terima duit cash tapi masuk ke tabungan BRI. Awalnya sulit mengalihkan kebiasaan itu, setelah itu kita paksa harus buka rekening kalau nggak kita nggak kasih bibit," ucap Ketua Gapoktan Kentang Gemah Ripah Ngantang, Supriyo kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Cara ini pun berhasil. Perlahan mereka mulai memegang kartu ATM dan tabungan namun tetap saja perlu penyesuaian hingga banyak cerita lucu yang terjadi. "Ada juga orang tua yang malah kasih nomor pin ATM-nya. Ada juga yang bingung kok bisa keluar uang dari mesin ATM.," jelasnya lagi.

Bahkan ada juga yang tidak pernah sekalipun ke bank sebelumnya. Namun mereka tetap harus ke bank untuk pencairan hasil panen mereka hingga akhirnya kebingungan. "Bahkan ada cerita lucu juga mengenal namanya perbankan begitu kita cairkan di gudang bawa secarik kertas edc ke kantor BRI di sana dia diam aja sampai jam 2 bukan karena petugas tapi karena dia nggak pernah masuk bank. Itu tahun pertama dan seterusnya mereka bisa merasakan ternyata enak ketika mereka butuh mereka bisa ambil, ketika nggak butuh mereka bisa nggak ambil," lanjut dia.

Perjuangan mengalihkan uang panen mereka ke bank selama 3 tahun mendapat apresiasi dari Bank Indonesia. Sebagai hadiahnya, Bank Indonesia membuatkan mereka gudang hingga menggelar wayang kulit. Sebagai informasi, Gapoktan Gemah Ripah ini dalam sekali panen kentang bisa mencapai Rp 20 miliar bahkan kentang yang mereka panen digunakan untuk produksi berbagai snack, seperti Chitato hingga Lay's. Dalam 3 tahun terakhir, Bank BRI menjadi mitra para petani dan menampung rupiah dari hasil panen mereka.

 

Editor : Abdul
Sumber : detik
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :