Festival Pekan Bandaraya Melayu resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru

Festival Pekan Bandaraya Melayu resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pariwisata Pekanbaru

PEKANBARU, RANAHRIAU.COM- Acara Pekanbaru Bandaraya Melayu 2021 resmi berakhir setelah melaksanakan selama lima hari berturut-turut di Mal Pekanbaru. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pekanbaru dan BigBuzz Organizer ditutup dengan memberikan penghargaan kepada seluruh pengisi acara selama lima hari ini.

Dalam penutupan acara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru, Nurfaisal berterima kasih kepada BigBuzz Organizer atas berlangsungnya penyelenggaran acara ini. Menurutnya Pekanbaru Bandaraya Melayu merupakan siasat percepatan pemulihan ekonomi karena selama pandemi Covid-19 perekonomian terancam.

“Selama pelaksanaan lima hari ini, sudah terlaksana dengan baik, sukses. Makanya nanti kami evaluasi lagi untuk ke depannya karena kegiatan Pekanbaru Bandaraya Melayu akan dilaksanakan secara terus menerus,” terang Nurfaisal, Minggu (7/3/2021) malam.

Nurfaisal menyampaikan Pekanbaru Bandaraya Melayu akan dilaksanakan lebih besar lagi dengan cara mengundang daerah-daerah lain untuk gabung sebagai peserta. Dalam acara ini juga bekerja sama dengan Pemerintah Sawah Lunto. “Kalau selama ini kerja sama di bidang pariwisata saja, nantinya akan bekerja di bidang kebudayaan dan pariwisata, jadi diutamakan kebudayaan. Karena mereka sudah banyak mendapatkan pengakuan-pengakuan dunia seperti sebagai kota warisan dunia,” tuturnya.

Ia mengatakan ekonomi kreatif Sawah Lunto seperti fashion batik songket sudah menjadi warisan di tingkat nasional. Hal itu yang menyebabkan Nurfaisal berharap ke depannya Pekanbaru bisa meniru Sawah Lunto, terlebih lagi Wali Kota sudah bersedia atas kerja sama ini.

“Pekanbaru sebenarnya sudah kota warisan dunia kalau dilihat dari umur sudah 237 tahun, dan para ahli waris sudah tersebar di seluruh dunia. Begitu juga jejak sejarah yang ada di pekanbaru.

Nurfaisal mengaku pihaknya sudah membentuk komunitas jejak sejarah. Akunya, nantinya akan dibuat kajian tentang Pekanbaru guna menetapkan cagar-cagar budaya yang ada di Pekanbaru. “Karena sebenarnya banyak cagar budaya. Kami sedang mendata dan sudah ditetapkan sudah 17 cagar budaya. Sebenarnya ratusan tapi belum terungkap karena tak bisa asal saja mengatakan ini cagar budaya. Harus ada jejak sejarahnya jadi nanti pendukung berupa bukti-bukti sebenarnya,” pungkasnya.

Editor : Abdul
Sumber : Diskominfo Kota Pekanbaru
Komentar Via Facebook :