Usai Diperiksa Kejaksaan, Safaruddin : Alhamdulilah Merasa Bersyukur

Usai Diperiksa Kejaksaan, Safaruddin : Alhamdulilah Merasa Bersyukur

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Ketua Cabor Bridge telah memberikan keterangan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Bengkalis, Pemeriksaan ini terkait dana hibah KONI tahun 2019.

Tidak seperti ketua-ketua cabang olahraga (Cabor) lainnya, yang terlihat pucat lesu dan risau setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik tindak khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri. Bahkan, ada yang berusaha mengindari wartawan, dan ada juga mencoba mengancam wartawan via telefon.

Namun, tidak demikian halnya dengan Ketua Cabor Bridge Kabupaten Bengkalis, Safaruddin yang justru langsung menemui wartawan usai diperiksa, Rabu (3/3/2021).

Bahkan, mantan Kabag Keuangan Sekwan DPRD Kabupaten Bengkalis itu, juga mengaku bersyukur diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri Bengkalis dalam perkara dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkalis tahun 2019. 

"Kalau Sayo bersyukur diperiksa dalam kasus KONI ni," kata Safaruddin dalam logat Melayu Bengkalis, sambil tersenyum.

Pada kesempatan itu, Syafruddin seolah mengingatkan agar, pemeriksaan dana hibah KONI yang dilakukan Kejari harus menjadi evaluasi bagi pengurus KONI dan Ketua Cabor dalam penggunaan dana hibah. 

Ditegaskannya, pemeriksaan ini sekaligus untuk mencegah oknum pengurus Cabor yang ingin menyelewengkan penggunaan dana hibah KONI dapat berpikir dua kali.

"Kalau menurut sayo, pemeriksaan ini ada baiknya. Sebab, kalau ada pengurus Cabor yang berniat tidak baik dalam penggunaan dana KONI agar berpikir ulang (mengurungkan niatnya)," ujarnya.

Pantauan wartawan, pada Rabu siang di Kejaksaan Bengkalis, Safaruddin diperiksa sekitar 1 jam oleh penyidik Frengki Hutasoit.

Usai diperiksa, Syafruddin kepada wartawan mengatakan, pada tahun 2019, Bridge memang tidak mengajukan proposal anggaran. Ini konsekuensi dari dukungan pada  Musyawarah Kabupaten KONI Bengkalis. 

Dimana, pada Muskab KONI, Syafruddin mendukung Haji Marianto, bukan Darma Firdaus Sitompul (ketua KONI saat ini). Namun apakan daya, jagoannya kalah.

Semenjak tampuk pimpinan KONI Bengkalis dipegang Ketua KONI saat ini, cabor Bridge yang dinakhodai Safaruddin tidak mengajukan proposal kegiatan untuk mendapatkan dana KONI.

Ini sesuai komitmen sayo. Waktu pemilihan Ketua KONI kemarin (tahun 2018), kito (Bridge) mendukung Haji Marianto. 

"Karena yang saya dukung kalah, makanya Bridge tidak mengajukan proposal kegiatan ke KONI," kata Syafaruddin yang masa kepengurusannya telah berakhir 2020 lalu. 
 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :