Fantastis, Duit BTT 2,8 M Diduga Lesap, Pimpinan BPBD Kampar Tuding Bendaharawan

Fantastis, Duit BTT 2,8 M Diduga Lesap, Pimpinan BPBD Kampar Tuding Bendaharawan

Ilustrasi

Terkuaknya Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI soal adanya penggunanaan Dana Belanja Tak Terduga (BTT) Sebesar 2,8 Milyard ditahun anggaran 2020 lalu menjadi sorotan, Kemanakah dana tersebut.?

KAMPAR, RANAHRIAU.COM - Pimpinan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, Afrudin Amga, ST.MT, Menjelaskan, kasus dugaan penggunaan dana BTT sebesar 2,8 Milyard itu saat ini sedang dalam pemeriksaan BPK.

"Itu bukan dana covid tapi dana BTT yang ada di BPKAD, yang penyalur nya dari BPBD, dana itu ada di bendahara tapi belum dikembalikannya," Sebutnya kepada Pewarta ranahriau.com, Jumat 28/02-2021

Kata dia, Proses saat ini pihak BPK Sedang melakukan penelusuran dan mengaudit Bendaharawan terkait temuan tersebut, dan hasilnya belum disampaikan kepada BPBD.

"Sekarang sedang diperiksa dengan BPK, yang bertanggung jawab bendaharawan. karena ini tugasnya. BPK Sedang pemeriksaan, dan kita sedang menunggu hasilnya." Urai dia.

Sementara itu, Saat ditanyakan sejauh mana upaya pimpinan BPBD bertindak kepada bendaharawan yang dimaksud, Afrudin menukas, pihaknya telah melayangkan surat dan juga sudah mencari Bendaharawan melalui pihak keluarganya.

Al hasil, Hingga sekarang belum bisa ditemui, dan komunikasi melalui Selular pun tidak bisa alias tidak aktif.

"Dari saya, sudah kita surati dan harus kembalikan uang tersebut, namun kita belum bisa memastikan, karena perlu tindak lanjut seperti apa nanti mekanisme nya, bahkan kita juga sudah konfirmasi dengan keluarganya, dikarenakan hilang kontak, sementara bendahara itu hanya bertemu dengan BPK saja," Bebernya.

Meski begitu, Afrudin menyebut, jika tidak ada itikad baik dari bendaharawan, pihaknya akan menempuh jalur hukum. Tentunya, setelah hasil pemeriksaan BPK Selesai.

"Kalau tidak ada jalannya, maka kita akan upayakan langkah hukum. untuk waktu, nanti menunggu hasil BPK." Imbuhnya.

Diakhir, Saat kembali disinggung apakah ada keterlibatan Kepala BPBD dan kenapa tidak langsung melapor kepada pihak berwajib, Afrudin Tidak menjawab.

 

 

Editor : Abidah
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :