KPA Proyek Duri Islamic Center Diperiksa Sebagai Saksi

KPA Proyek Duri Islamic Center Diperiksa Sebagai Saksi

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek pembangunan Duri Islamic Center, Junaidi, ST, MT, diperiksa selama 8 jam oleh penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Bengkalis, Rabu (24/2/2021). 

Junaidi datang ke Kejari sekitar pukul 9.30 WIB, memakai baju biru dipadu dengan celana cotton warna coklat muda. Lalu Junaidi masuk ke ruang pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB, dan selesai memberikan keterangan sekitar pukul 18.10 WIB.

Kepala kejaksaan Negeri Bengkalis, Nanik Kushartanti melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Juprizal ketika dikonfirmasi mengatakan, Junaidi diperiksa sebagai saksi.

Menurut Juprizal, dalam pemeriksaan dari pagi sampai selama 10 jam tersebut Junaidi dicecar 24 pertanyaan.

"Baru 24 pertanyaan terkait proyek DIC," ujarnya.

Perkara dugaan korupsi pembangunan Duri Islamic Center menyeruak setelah adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebanyak Rp 38,4 miliar lebih.

Berdasarkan temuan BPK RI atas Duri Islamic Center (DIC) yang berlokasi di Jalan Lingkar Barat Duri, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan itu, pada 17 November 2020 lalu.

Pihak kejaksaan memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut, seperti mantan Kadis PUPR Bengkalis, Hadi Prasetyo, KPA proyek yang juga Kabid Cipta Karya, Junaidi, ST, MT, PPTK Beni, Tizen.  Pemilik PT. Cahaya Laksamana Putra Mahkota Abadi (CLPMA), Hendri alias Along dan Suhaimi, Direktur PT. Luxindo Putra Mandiri Lukman.

Dalam tender, pihak Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) menetapkan PT. Luxindo Putra Mandiri (LPM) dengan harga penawaran Rp 38.412.636.602,50,- sebagai pemenang.

Sedangkan Along, dengan bendera PT. Cahaya Laksamana Putra Mahkota Abadi dengan penawaran Rp 37.670.260.429,11,- bukan pemenang tender. 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :