Mencegah Terjadinya Karhutla
KUBE JULAPAN GROUP Menggarap Lahan Gambut Menjadi Lahan Perternakan dan Pertanian
KUBE JULAPAN GROUP Anwar Simanjuntak Saat Ditemui di Lokasi Perternakan dan Pertanian di Desa Pedekik Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis
BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Dimusim yang panas dan extrim pada saat ini, tanah gambut yang rentan akan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seharusnya menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah, serta memberikan dukungan kepada masyarakat Pemerhati dan Peduli Lahan Gambut (PPLG).
Untuk kita ketahui, bahwa Potensi lahan gambut ini adalah merupakan salah satu alternatif untuk mengurangkan penyebaran api kebakaran hutan dan lahan. Khususnya di daerah Kabupaten Bengkalis. Hampir setiap tahunnya, pemerintah mengucurkan dana anggaran yang bersumber dari APBN, APBD Propinsi hingga APBD Kabupaten/Kota untuk menangani pencegahan Karhutla.
Namun, sangat disayangkan jika lahan gambut yang penuh semak menjadi lahan tidur terbiarkan begitu saja.
Hal ini diungkapkan, Anwar Simanjuntak yang lebih akrab disapa Julius kepada RANAHRIAU.COM, di lokasi perternakan dan pertanian di Desa Pedekik, Sabtu (20/2/2021).
Menurutnya, lahan gambut termasuk salah satu potensi besar untuk meningkatkan perputaran perekonomian rakyat jika penanganan lahan gambut benar-benar dituntaskan oleh pemerintah menjadi program kegiatan Pertanian, Peternakan dan Perkebunan.
Kami bersama kawan-kawan lainnya, turut prihatin dan telah mencoba membuat suatu terobosan penggarapan lahan gambut menjadi lahan Pertanian dan Peternakan.
"Alhamdulillah, saat ini kami telah mendirikan usaha bersama Peternakan Bebek Petelur dan Pedaging diatas lahan gambut milik masyarakat. Walaupun awal ini kami masih sifatnya menumpang lahan orang lain," ungkap Julius.
Namun, Pemilik tanah tersebut sangat mendukung kegiatan yang saat ini sedang kami jalankan.
"Terimakasih kepada pemilik (owner) tanah yang saat ini sedang kami garap. Dan kami berharap, kedepannya melalui terobosan yang sedang kami lakukan mampu menarik perhatian Pemkab Bengkalis atau pun Pemerintah Propinsi Riau," ucap Julius kepada Pemilik tanah.
Dikesempatan ini juga, salah seorang pendiri KUBE JULAPAN GROUP Hasanuddin yang panggilan akrabnya Apan menuturkan, bahwa saat ini juga kami telah uji coba pengandangan ternak Bebek (Itik Air) dengan pengandangan modern yang jauh dari lingkungan air.
"Sebab, kelembapan lingkungan kandang yang berlebihan air akan rentan dengan penyakit dan mengundang pertumbuhan bakteri pembawa virus dan penyakit," terang Apan.
"Melalui uji coba ini pula, kata Apan, tidak hanya perternakan saja. Kami juga mengembangkan pemberdayaan tanaman rempah seperti, Kunyit dan Jahe sebagai sumber vitamin bagi ternak untuk menjaga kekebalan fisik unggas terhadap penyakit," tambah Apan.
Saat di temukan dilokasi Perternakan, Syamsir sebagai Inisiator dan salah seorang pendiri Kelompok Usaha Bersama KUBE JULAPAN GROUP menyampaikan, menurutnya memang benar kegiatan tersebut menjadi salah satu rencana program kami saat ini hingga kedepannya.
Bahkan, kedepannya tidak hanya pengembangan dan pembudidayaan ternak unggas saja. Tetapi, kami juga akan melakukan terobosan peternakan Kambing dan Ikan Nila yang berlokasi di Desa Bantan Tua, Desa Deluk dan Desa Pasiran Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
"Insya Allah, saat ini sedang dilakukan pembersihan lahan dan pelaksanaan pemasukan bibit Kambing dan Ikan Nila. Jika tidak ada halangan, pada bulan April 2021 akan sampai," ujarnya penuh dengan semangat.
Dengan demikian, kita sangat berharap nantinya kepada Pemkab Bengkalis menjadi perhatian dan mendukung serta memfasilitasi usaha usaha kami berupa bantuan anggaran.
"Baik berupa barang mau pun bantuan dana hibah. Agar kelak, apa yang sedang kami lakukan bersama kawan-kawan saat ini mampu menjadi percontohan bagi masyarakat Pulau Bengkalis dan Kecamatan Kabupaten Bengkalis," harap dan pintanya.


Komentar Via Facebook :