Selain Asupan Kurang

Hal ini juga Menyebabkan Anak Bergizi Buruk

Hal ini juga Menyebabkan Anak Bergizi Buruk

PEKANBARU, RanahRiau.com - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengatakan bahwa penyakit penyerta juga berpotensi menyebabkan gizi buruk pada anak, karena adanya gangguan pencernaan atau penyerapan zat makanan yang penting untuk tubuh.

"Selain karena asupan gizi yang kurang dikonsumsi anak tersebut, gizi buruk juga bisa disebabkan karena adanya penyakit penyertaan pada anak seperti cacingan," ujar Kepala Seksi Gizi Masyarakat Dinkes Riau, Erison, di Pekanbaru, Senin.

Lebih lanjut, gizi buruk bisa juga disebabkan karena adanya penyakit atau kondisi tertentu yang menyebabkan tubuh anak tidak bisa mencerna dan menyerap makanan dengan baik. 

 Disampaikan Erison bahwa anak bisa dikatakan gizi buruk bukan karena kekurangan asupan saja, melainkan jika kelebihan gizi juga menjadi salah satu penyebabnya, atau disebut dengan obesitas. Hal tersebut bisa pemicu penyakit yang lainnya, seperti jantung.

"Anak yang obesitas atau kelebihan gizi juga bisa dikatakan gizi buruk. Karena obesitas bisa menyebabkan penyakit yang lainnya. Kelebihan lemak itu ka juga tidak bagus," tambahnya.

Selain itu, dikatan Erison bahwa kesehatan adalah aspek dari semua sektor. Dalam hal ini, gizi buruk bisa saja disebabkan oleh faktor ekonomi ataupun sosial. 

Sebagai langkah preventif, pihaknya mendorong lintas sektoral dan lintas program, agar meningkatkan ketersediaan pangan secara kualitas dan kuantitas. Selain itu perlu juga meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut.

"Masalah gizi buruk tidak hanya menjadi tanggungjawab dari pihak Dinkes saja, akan tetapi semua sektor juga harus terlibat. Apalagi keterlibat dari sektor pangan sangat diperlukan," ucapnya. 

Menurutnya, salah satu penyebab gizi buruk itu karena kurangnya mengkonsumsi jenis makanan bernutrisi seimbang untuk mendorong pertumbuhan anak tersebut.

"Tetapi jika keadaan ekonomi keluarga itu tidak mampu atau dikatakan miskin, bagaimana mungkin mereka bisa memenuhi asupan gizi tersebut. Masyarakat tidak bisa menjangkau untuk membeli asupan pangan bergizi secara ekonomi," tuturnya.

Kemudian, keterlambatan atau kurangnya kesadaran orangtua dalam mememeriksakan kesehatan dan asupan gizi anaknya juga salah satu pemicu. Karena menurutnya, tidak semua kasus terpantau oleh petugas layanan kesehatan setempat.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) jika menemukan kasus gizi buruk pada masyarakat setempat untuk segera melaporkan dan membawanya ke pelayanan kesehatan terdekat agar bisa ditindak lanjuti," tutupnya. (Ant)

Editor : Abdul
Komentar Via Facebook :