Polres Inhil Sukses Ungkap Sindikat Penipuan Online Jaringan Internasional

Polres Inhil Sukses Ungkap Sindikat Penipuan Online Jaringan Internasional

INDRAGIRI HILIR, RANAHRIAU.COM- Polres Indragiri Hilir (Inhil) berhasil mengungkap kasus sindikat penipuan online melalui media sosial (medsos) aplikasi messenger yang merugikan korban hingga ratusan juta rupiah, di Aula Rekonfu Mapolres Inhil, Jum'at (27/11/2020) sekira pukul 11.00 wib.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan SIK menyebutkan, Pelaku sindikat penipuan oline ini terdari dari 5 orang dengan peran yang berbeda-beda, 4 orang diantaranya berasal dari WNI dan 1 orang lagi asal WNA Nigeria.

Adapaun inisial pelaku, yakni;
1. AZ (Laki-laki, 32 tahun) WNI
2. GU (Perempuan, 29 tahun) WNI
3. TA (Perempuan, 34 tahun) WNI
4. SF (Perempuan, 27 tahun) WNI
5. OJA (Laki-laki, 35 tahun) WNA Nigeria.

Kronologis kejadian dan penangkapan.

Sebelumnya, korban AS warga Inhil tersebut sempat berkenalan dengan pemilik akun facebook an. AAMIR RAFIQ hingga berlanjut ke messenger dan whatsapp.

Pemilik akun AAMIR RAFIQ alias OJA (WNA asal Nigeria) mengaku dirinya sebagai seorang Militer Amerika yang akan pensiun dan pindah menetap di Indonesia serta berjanji akan menikahi sang korban AS. 

Pelaku AAMIR RAFIQ alias OJA mengatakan pada Korban AS akan mengirimkan uang senilai 1.500.000 $ (satu juta lima ratus dolar amerika) untuk investasi di Indonesia.

Setelah itu, Pada 21 September 2020 korban dihubungi oleh seseorang bernama Julia yang mengaku sebagai agen Ekspedisi Skylink Courier Service (ESCS) untuk memberitahukan bahwa uang dari AAMIR RAFIQ telah tiba di Indonesia dan meminta Korban AS segera  trasnfer uang ke AZ dengan rincian, Rp.18.720.000 untuk pembayaran paket, Rp.52.800.000 untuk pembayaran anti money laundry, dan Rp.200.000.000 untuk biaya permit ke pihak imigrasi.

Namun, pada akhirnya Korban AS sama sekali tidak ada menerima uang dari AAMIR RAFIQ alias OJA, yang ada ia hanya merasa ditipu dan langsung melapor.

Setelah Unit Tipdter Sat Reskrim Polres Inhil menerima lapiran pada 2 oktober 2020 lalu. Yang mana pada saat itu korban telah merasa dirugikan dan diperas hingga Rp.271.520.000,- (dua ratus tujuh puluh satu juta lima ratus dua puluh ribu rupiah).

Atas laporan itu, lebih kurang satu bulan Tim Penyidik berhasil mengetahui keberadaan pelaku yang dimana semuanya berada di Ibu Kota Jakarta, dan menangkap semua pelaku yang juga terlibat beserta barang bukti.

"Pelaku dan barang bukti kita titipkan di Mapolres Tanggerang Selatan, lalu dijemput dan dibawa ke Polres Indragiri Hilir untuk penyelidikan lebih lanjut," Kata Kapolres Dian saat Press release, Jum'at (27/11/2020).

"Atas aksi kejahatan tersen, 4 Pelaku asal WNI dan 1 Pelaku asal WNA Nigeria kini mendekam didalam tahanan Mapolres Inhil untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai jalur hukum yang berlaku," Tutup Kapolres.
 

Editor : Syaiful
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :