PAW : Menanti Hasil Akhir, Akankah Golkar Menghormati Janjinya

PAW : Menanti Hasil Akhir, Akankah Golkar Menghormati Janjinya

Seorang Pengamat Pilkada Bengkalis M.Fachrorozi dan Juga Mantan Pengurus Partai Golkar

BENGKALIS, RANAHRIAU.COM - Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Menjadi tren tersendiri bagi komponen Politik dalam membangun skema dari sistem manapun, banyak cara-cara yang diadopsi berdasarkan kemampuan dan juga disertai dengan pengalaman, baik itu secara kelembagaan, individual maupun kelompok.

Implementasi kesemuanya mengalir seiring dari maksud dan tujuan yang tidak lain adalah bagaimana bisa memenangkan kontestasi. Cerminannya bukan sekedar merebut simpati masyarakat, soliditas dan komitmen juga menjadi ukuran terpenting.

Maka dari itu, keberadaan salah satunya yang menjadi dinamo dalam pergerakan kontestasi adalah Partai Politik. Kedudukannya menjadi perangkat mutlak yang dibenarkan secara peraturan sebagai syarat politik.

"Nah, kapasitas inilah yang menunjukkan bahwa posisi Partai Politik (Parpol) itu menjadi lebih strategis dan taktis di dalam misi perebutan bangku politik," sebut salah seorang pengamat Pilkada Bengkalis M.Fachrorozi, pria yang akrab dengan sapaan Agam ini, dan juga seorang mantan pengurus dari Partai yang berlambang pohon beringin tersebut (Partai Golkar).

Kali ini, lanjut Agam, konsen diskusinya memang tertuju khusus pada partai Golkar, terutama mengenai pemberitaan yang santer belakangan ini, sebagai mantan pengurus ia sangat menghormati dengan ritme politik di internal Golkar. 

"Pergantian Antar Waktu (PAW) menjadi wewenang dan hak otoritasnya Partai, kalaupun hasilnya nanti akan berpolemik hal itu lumrah bagian dari konsekuensi Politik. ia yakin sebagai Partai yang matang Golkar tentu nya sudah mempersiapkan secara profesional," terang mantan aktivis KNPI kehadapan RANAHRIAU.COM saat bincang-bincang, Selasa 17 November 2020.

Secara pribadi Agam juga mengapresiasi semangat dari Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Golkar Riau yang ia kenal sebagai salah satu senior nya Bung Zulpan Heri.

"Sedikit banyaknya dia paham dengan kemampuan Politik senior nya itu. Lantas, bukan berarti dirinya puas begitu saja. Karena bukti komitmen PAW untuk dua kader yakni saudara Al Azmi dan Septian Nugraha itu harus di tuntaskan dulu, final kan hasil akhirnya agar nanti Golkar tidak terjebak dengan tudingan sebatas memperalat narasi politik," kata Agam dengan nada kewibawaannya.

Menurutnya lagi, sangsi PAW itu menjadi keharusan apalagi indikator pelanggarannya kan juga ada. 

Ditambahnya lagi, warning Politiknya sudah pernah di tegaskan oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau Saudara H.Syamsuar yang notabanenya Gubernur Riau dalam arahan Deklarasi untuk Paslon Pilkada Kabupaten Bengkalis saudara Indra Gunawan dan Samsu dalemunte (ESA) pada 5 September 2020 yang lalu di Duri Kecamatan mandau.

"Maka dari situ lah Syamsuar menekankan bagi kader yang tidak mau memenangkan pasangan ini maka siap-siap di PAW, janji pesan politiknya," beber Agam.

Selanjutnya, Agam juga menilai bahwa arahan itu merupakan hal yang wajar sebagai pesan moral agar para kader tunak dengan ketetapan Partai, cuma sekarang ini cerita politiknya beda pesan itu di tabrak oleh dua kadernya yang berstatus anggota DPRD Kabupaten Bengkalis aktif. Dan disinilah tantangannya, berbohong atau tidaknya sangsi dari Partai Golkar itu jawabannya ada di keputusan Golkar sendiri. 

"kata Agam lagi, sarannya kedepan ini, pihak Golkar tak perlulah rilis beritanya masih bermain pada fase proses berulang kali, tapi tahapan berita yang di tunggu berikutnya itu pembuktian hasil nyata," pungkasnya.
 

Editor : Eriz
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT :