Tips Masak Sayur Sop yang aman dan Higienis

Tips Masak Sayur Sop yang aman dan Higienis

RANAHRIAU.COM-  Sayur sup telah menjadi menu favorit bagi keluarga sepanjang masa. Selain berisikan bahan-bahan yang bergizi, pembuatan sayur sup sangat mudah dan praktis.

Namun demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat hendak memasak menu yang memiliki bahan-bahan sayuran seperti brokoli, tomat, dan kentang itu. Menurut chef Raihan Dhira, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah teknik memotong sayuran. Dhira mengatakan, sebaiknya sayuran terlebih dahulu dicuci baru dipotong-potong, bukan sebaliknya.

"Yang benar itu dicuci dulu, baru dikupas atau dipotong-potong. Karena kalau sudah kita potong, itu permukaannya akan semakin banyak, maka vitamin yang akan keluar itu juga akan semakin banyak," tutur Dhira dalam webinar Peduli Pangan Series, disimak di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, salah satu jenis bahan yang agak sulit dipotong adalah brokoli. Dhira menyarankan untuk mencuci brokoli dengan bersih terlebih dahulu, sampai tidak ada ulat-ulat yang masih hinggap. Cara memotongnya cukup dipatahkan saja satu persatu.

Lalu, chef yang pernah bekerja di Amanjiwo Resort, Kabupaten Magelang, itu menyarankan agar tak membuang kulit kentang. Sebab, kulit kentang juga kaya vitamin yang baik untuk tubuh. "Kulit kentang juga banyak vitamin. Jadi kalau dibuang sayang. Dimasak pun aman dan tak masalah, yang penting dicuci bersih," tutur dia.

Sementara itu, sayur sup biasanya diiringi dengan bahan protein, seperti daging ayam atau daging sapi. Menurut Dhira, dalam teknik memotong-motong bahan, sebaiknya dahulukan memotong sayuran terlebih dahulu.

Setelah selesai memotong semua sayur, Dhira menganjurkan baru memotong daging. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kontaminasi silang. Bakteri pada daging bisa bercampur ke sayuran apabila daging dipotong-potong terlebih dahulu sebelum sayuran. "Cuci daging ayam dengan air mengalir. Baru potong. Kalau daging sapi tidak perlu dicuci, hanya perlu ditempel-tempel kain atau tisu. Sebab, merah pada daging bukanlah darah, tetapi itulah proteinnya," jelas dia.

Mengenai daging, Dhira mengimbau kepada masyarakat untuk tak memakan daging yang diiringi dengan susu. Sebab, kedua hal tersebut sama-sama tinggi protein. "Jika dikonsumsi secara langsung dalam waktu bersamaan, bisa berpotensi asam urat," kata Dhira.

Editor : Abdul
Sumber : republika.co.id
Komentar Via Facebook :