BI: Perekonomian Bergejolak Namun Investasi Tinggi
PEKANBARU, RanahRiau.com - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Ismet Inono, mengatakan perekonomian Indonesia kini masih bergejolak sebagai akibat terjadinya ketimpangan struktur ekonomi namun investasi masih tetap tinggi.
"Untuk memperbaikinya tentu perlu dilakukan secara pelan-pelan,"kata Ismet Nono dalam seminar International seminar "banking Role in the global trade", by post greduate programe of lancang Kuning University, di Pekanbaru, Selasa.
Seminar diikuti 200 peserta berasal dari sivitas akademika Universitas Lancang Kuning, para dosen, mahasiswa yang juga menampilkan pemakalah Irwan Mulawarman (BI), Hans Hasibuan (OJK) dan Ivan Gustari Dirut Bank Riau Kepri serta Joni Tamkin Borhan dari Akademi Pengkajian Islam University Malaya.
Menurut Ismet Nono, untuk memperbaiki struktur ekonomi tersebut negara butuh pembiayaan besar karena simpanan atau tabungan rasionya masih cukup rendah.
Dalam hal ini, katanya, selain itu, tentu diperlukan upaya dari luar untuk menerbitkan obligasi, mendorong investasi langsung dari luar dan dari dalam negeri.
"Cara yang bisa ditempuh adalah dengan menerbitkan surat hutang, atau pembelian surat berharga," katanya dan mengkhawatirkan bahwa pembelian surat berharga dalam jangka pendek sangat berbahaya dan beresiko jika ditarik.
Apalagi pembeli surat berharga tertarik untuk mencari nilai lebih di luar negeri seperti di Amerika Serikat.
Oleh karena itu, suku bunga penting dipahami karena tidak serta merta harus diturunkan, apalagi banyak faktor yang mempengaruhinya tumbuhnya ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi, katanya lagi, sebagian besar didorong oleh produksi dan jika produksi tidak mampu memenuhi kebutuhan maka bisa mengakibatkan terjadinya inflasi.
"Mirisnya, situasi makin pelik karena perbaikan secara eksternal tidak terduga namun kebijakan jangka pendek suku bunga harus dinegatifkan apalagi adanya kencendrungan investasi,"katanya.
Ismet memandang bahwa melalui seminar ini diharapkan kalangan akademisi Universitas Lancang Kuning, bisa melakukan kajian kritis dalam upaya mendongkrak perekonomian Riau yang kini sedang terpuruk itu. (Ant)


Komentar Via Facebook :